Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK). Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 210 mahasiswa diterjunkan ke Kabupaten Banyuwangi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian yang tersebar di 22 desa.
Program KKN-BBK menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kuliah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan di tingkat desa.
Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pelepasan peserta menjadi simbol dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Menjadi Ruang Belajar Sekaligus Mengabdi
Program KKN-BBK Unair selama ini dikenal sebagai kegiatan yang mengedepankan pendekatan partisipatif. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat melalui proses belajar bersama.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyusun berbagai kegiatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing desa. Mereka akan berinteraksi langsung dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, pelaku UMKM, hingga warga setempat.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta keterampilan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tersebar di 22 Desa
Sebanyak 210 mahasiswa akan melaksanakan KKN-BBK di 22 desa yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Penyebaran peserta dilakukan agar setiap kelompok dapat fokus menjalankan program sesuai potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif. Kondisi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.
Selain itu, keberagaman potensi desa juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mendorong Kolaborasi dengan Masyarakat
Pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program dalam waktu singkat. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan membangun hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi fasilitator yang membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai persoalan lokal. Pendekatan kolaboratif menjadi salah satu kunci agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata serta berkelanjutan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa juga belajar bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat itu sendiri.
Mengembangkan Potensi Desa
Berbagai program yang biasanya dijalankan selama KKN-BBK meliputi edukasi kesehatan, peningkatan literasi digital, penguatan UMKM, pendampingan pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi wisata desa.
Mahasiswa juga dapat membantu memperkenalkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti promosi produk unggulan desa, pemasaran hasil UMKM, maupun penyusunan media informasi yang mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga meninggalkan program yang dapat diteruskan oleh masyarakat setempat.
Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa, KKN-BBK merupakan kesempatan untuk mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah. Mereka belajar menghadapi dinamika sosial, memahami budaya masyarakat, hingga beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat setelah lulus nanti.
Selain meningkatkan kompetensi akademik, mahasiswa juga dilatih memiliki rasa empati, kepedulian sosial, kemampuan memimpin, serta semangat gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan berbangsa.
Memperkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Daerah
Pelaksanaan KKN-BBK di Banyuwangi kembali memperlihatkan eratnya sinergi antara Universitas Airlangga dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung pembangunan daerah.
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah sekaligus pemberdayaan.
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan, berbagai ide kreatif diharapkan mampu mendorong inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Ke depan, program KKN-BBK diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan kehidupan nyata. Tidak hanya menghasilkan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan potensi lokal di Kabupaten Banyuwangi.











