Publikasi Ilmiah Mahasiswa FAH UIN Bandung Melonjak, Tembus 70 Artikel pada 2026

ikon kampus daily

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. uinsgd.ac.id

dok. uinsgd.ac.id

Suarapesantren.com |- Iklim akademik di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Dalam beberapa tahun terakhir, budaya riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa terus mengalami peningkatan signifikan. Berbagai program pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan berhasil mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menghasilkan karya ilmiah yang mampu bersaing di berbagai jurnal.

Di bawah koordinasi Wakil Dekan III FAH, Dr. Dadan Firdaus, M.Ag., penguatan budaya akademik menjadi salah satu fokus utama fakultas. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk unggul di ruang perkuliahan, tetapi juga dibekali kemampuan meneliti, menulis, serta mempublikasikan hasil kajian ilmiah sebagai bekal menghadapi dunia profesional maupun akademik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari diskusi ilmiah, bedah hasil penelitian, pendampingan penulisan artikel, hingga workshop intensif yang melibatkan dosen serta praktisi kepenulisan ilmiah. Pendekatan ini perlahan membentuk ekosistem akademik yang produktif dan semakin mendorong lahirnya karya-karya berkualitas dari mahasiswa.

Publikasi Ilmiah Meningkat Lebih dari Tiga Kali Lipat

Hasil dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat secara nyata pada tahun 2026. Mahasiswa FAH berhasil menerbitkan sebanyak 70 artikel ilmiah di berbagai jurnal, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 artikel.

Peningkatan lebih dari tiga kali lipat tersebut menjadi indikator bahwa budaya literasi ilmiah di lingkungan fakultas berkembang dengan sangat pesat. Capaian ini juga menunjukkan semakin tingginya minat mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi akademik.

Menurut pihak fakultas, kemampuan menghasilkan artikel ilmiah tidak hanya menjadi nilai tambah selama menjalani pendidikan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.

Jurnal Wastu Adabia Jadi Ruang Berkarya Mahasiswa

Salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan produktivitas tersebut adalah hadirnya Jurnal Wastu Adabia. Jurnal yang diterbitkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FAH ini memiliki karakteristik yang berbeda karena seluruh proses pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa.

Baca Juga :  Rapat kerja 2026 UIN Bandung Perkuat Arah Kampus Global

Hingga kini, Jurnal Wastu Adabia telah berhasil menerbitkan dua edisi dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mempraktikkan seluruh proses penerbitan jurnal ilmiah, mulai dari penyuntingan naskah hingga publikasi.

Keberadaan jurnal ini dinilai mampu membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan fakultas.

“Peran sentral mahasiswa dalam mengembangkan aspek intelektual ini memberikan kontribusi positif yang nyata terhadap prestasi akademis dan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Dr. Dadan dengan nada optimis usai acara launching dan pelantikan pengelola Rumah Jurnal Wastu Adabia di Aula FAH, Senin (06/07/2026). Seperti Dilansir uinsgd.ac.id

Inovasi Mahasiswa Mendapat Dukungan Penuh Fakultas

Peluncuran Rumah Jurnal Wastu Adabia mendapatkan perhatian besar dari jajaran pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora. Acara tersebut dihadiri Wakil Dekan I Dr. H. Rohanda, M.Ag., Wakil Dekan II Dr. Samsudin, M.Ag., Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Asep Hadiat, SH., MH., para ketua dan sekretaris jurusan, dosen, tenaga kependidikan, hingga pengurus SEMA dan DEMA FAH.

Dekan FAH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang berhasil diwujudkan mahasiswa bersama Wakil Dekan III.

“Terima kasih kepada para pengurus DEMA di bawah binaan Wadek III yang telah berhasil meluncurkan jurnal mahasiswa ini. Ini adalah inovasi yang luar biasa! Saya meminta kepada kepengurusan DEMA yang baru untuk menjadikan program peningkatan skill karya tulis ilmiah ini sebagai prioritas. Ini adalah ruang kosong yang harus dimaksimalkan oleh DEMA,” tegas Dr. Dedi.

Ia juga menilai keberadaan jurnal yang sepenuhnya dikelola mahasiswa masih sangat jarang ditemukan di perguruan tinggi Indonesia.

“Kayaknya, di Indonesia hanya di kita ada jurnal yang dikelola langsung oleh mahasiswa,” katanya mantap.

Perkuat Ekosistem Literasi Akademik

Gerakan literasi ilmiah di FAH juga memperoleh dukungan dari Founder Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Wahyudin Darmalaksana, yang selama ini aktif mendorong pengembangan budaya menulis di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Pentingnya Kecerdasan Public Speaking untuk Memasuki Dunia Kerja

Selain itu, para pimpinan fakultas di lingkungan UIN Bandung turut menyampaikan apresiasi melalui video testimoni yang ditayangkan selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut semakin memperkuat semangat mahasiswa untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

DEMA Siap Lanjutkan Pengembangan Jurnal

Ketua DEMA FAH yang baru dilantik, Aditya Permana, menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengembangan Jurnal Wastu Adabia sebagai salah satu program strategis organisasi mahasiswa.

Menurutnya, jurnal tersebut bukan sekadar media publikasi, tetapi telah menjadi simbol perkembangan intelektual mahasiswa FAH.

“Kami akan segera merumuskan program pelatihan berkala yang lebih menyentuh seluruh jurusan agar budaya riset ini menjadi gaya hidup mahasiswa,” ujar Aditya mantap.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan jurnal membutuhkan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan pimpinan fakultas.

“Kuncinya adalah kolaborasi yang solid di dalam tim pengelola serta koordinasi yang efektif dan berkelanjutan dengan jajaran pimpinan fakultas. Dukungan dari Dekanat adalah energi utama kami untuk membawa jurnal ini naik kelas,” tambahnya.

Mahasiswa Bidik Publikasi Nasional hingga Internasional

Semangat yang sama juga ditunjukkan para mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaan maupun penulisan artikel di Jurnal Wastu Adabia.

Editor jurnal, M. Ulul Azmiter, bersama dua penulis yang artikelnya berhasil diterbitkan, yakni Nafa Nurlatipah dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab serta Fajrine Realita dari Jurusan Sastra Inggris, menilai Badan Semi Otonom (BSO) Jurnal Wastu menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa.

“Kami berharap Jurnal Wastu dapat terus berkembang melalui berbagai program pelatihan, sehingga semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” ungkap Nafa dan Fajrine kompak.

Keduanya berharap mampu menembus jurnal bereputasi nasional bahkan internasional pada masa mendatang. Bagi mereka, menulis bukan sekadar memenuhi tugas akademik, melainkan proses belajar yang terus berkembang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bahasa dan sastra.

Sebagai motivasi bagi mahasiswa lain, mereka membagikan beberapa kiat sederhana, mulai dari memperbanyak membaca artikel ilmiah berkualitas, aktif mengikuti pelatihan kepenulisan, berdiskusi dengan dosen maupun penulis senior, hingga terus melatih kemampuan menulis secara konsisten.

Melalui berbagai capaian tersebut, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang produktif. Kehadiran Jurnal Wastu Adabia menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan literasi ilmiah sekaligus memperkuat reputasi akademik fakultas di tingkat nasional maupun internasional.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru