UPN Veteran Jatim Latih Anak Menulis Dongeng Berbasis Augmented Reality

ikon kampus daily

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. jurnalpost.com

dok. jurnalpost.com

Puluhan anak yang tergabung di Rumah Baca Riang Education, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengikuti pelatihan menulis dongeng berbasis Augmented Reality (AR) dengan penuh antusias. Kegiatan yang digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema PKM EDU Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur pada Kamis (2/7/2026) ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran literasi yang lebih kreatif, inovatif, sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Cerita Dongeng Berbasis Augmented Reality sebagai Media Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Rumah Baca Riang Education”, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik menulis cerita, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan karakter melalui pendekatan yang menyenangkan.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi anak, pembentukan karakter, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan nonformal.

Menjawab Tantangan Literasi Anak di Era Digital

Pelatihan ini berangkat dari hasil observasi yang dilakukan tim PKM EDU terhadap aktivitas literasi di Rumah Baca Riang Education.

Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa anak-anak memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan membaca dan mendengarkan cerita. Berbagai aktivitas literasi yang rutin diselenggarakan rumah baca selalu mendapat sambutan positif dari para peserta.

Namun demikian, koleksi bacaan yang tersedia masih didominasi buku cetak konvensional sehingga belum banyak menghadirkan pengalaman membaca yang interaktif dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian untuk menghadirkan inovasi berupa dongeng berbasis Augmented Reality yang diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkaya pengalaman belajar anak.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah program yang bertujuan membentuk karakter positif sejak usia dini melalui pembiasaan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura Buka Rintisan Kelas Internasional

Kolaborasi Tiga Dosen dari Berbeda Keilmuan

Program pengabdian ini diketuai oleh Zahro Rokhmawati, dosen Program Studi Linguistik UPN “Veteran” Jawa Timur.

Ia didampingi oleh dua anggota tim, yaitu Mahimma Romadhona dari Program Studi Desain Komunikasi Visual UPN “Veteran” Jawa Timur serta Kingkin Puput Kinanti, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Insan Budi Utomo Malang.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut memungkinkan peserta memperoleh pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga pengembangan visual dan pemanfaatan teknologi digital dalam dunia literasi.

Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah Rumah Baca Riang Education yang dikelola oleh Wiwit Istighfarini.

Diawali Senam untuk Bangun Semangat Anak

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak mitra.

Suasana pelatihan semakin meriah ketika seluruh peserta mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat bersama-sama.

Kegiatan sederhana tersebut berhasil membangun semangat anak-anak sebelum memasuki sesi pembelajaran utama.

Pendekatan yang menyenangkan sejak awal membuat peserta lebih siap menerima materi sekaligus menciptakan suasana belajar yang aktif dan interaktif.

Mengenal Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Pada sesi pertama, Zahro Rokhmawati memberikan materi mengenai Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Anak-anak dikenalkan pada tujuh kebiasaan positif yang menjadi fondasi pembentukan karakter, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka sehari-hari.

Melalui metode tersebut, anak-anak lebih mudah memahami bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Belajar Menulis Dongeng Sarat Nilai Karakter

Sesi berikutnya dipandu oleh Kingkin Puput Kinanti.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak menyusun cerita dongeng menggunakan lembar kerja (worksheet) yang telah dipersiapkan oleh tim.

Setiap anak diminta memilih salah satu dari tujuh kebiasaan sebagai tema utama cerita.

Baca Juga :  PWNA DKI Jakarta Perkuat Peran Perempuan untuk Wujudkan Keluarga Sehat dan Lingkungan Bersih

Selanjutnya mereka mulai mengembangkan tokoh, alur, konflik, hingga pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Selama proses menulis, peserta tampak antusias menuangkan berbagai ide kreatif yang lahir dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi mereka.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar menulis, tetapi juga memahami cara menyampaikan nilai-nilai karakter melalui sebuah karya sastra sederhana.

Augmented Reality Hadirkan Pengalaman Membaca yang Lebih Menarik

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Mahimma Romadhona memperkenalkan buku cerita anak berbasis Augmented Reality (AR).

Teknologi ini memungkinkan ilustrasi dalam buku dipindai menggunakan gawai sehingga menghadirkan objek digital yang muncul secara interaktif di layar.

Pengalaman membaca pun menjadi lebih hidup karena anak-anak dapat melihat ilustrasi seolah bergerak dan berinteraksi dengan cerita.

Pengenalan teknologi AR menjadi salah satu inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan minat baca generasi muda sekaligus mengenalkan pemanfaatan teknologi digital secara positif.

Dengan cara tersebut, membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang membosankan, melainkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan penuh eksplorasi.

Anak-anak Aktif Berbagi Ide dan Pengalaman

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi.

Mereka saling berbagi cerita mengenai kebiasaan baik yang telah dilakukan di rumah maupun di sekolah.

Tidak sedikit pula yang menyampaikan ide-ide kreatif saat menyusun dongeng sehingga suasana diskusi berlangsung hidup dan penuh semangat.

Pendekatan belajar yang menyenangkan membuat nilai-nilai karakter tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan melalui karya nyata berupa cerita dongeng hasil imajinasi anak-anak.

Pendampingan Berlanjut hingga Agustus 2026

Program pengabdian ini tidak berhenti pada pelatihan pertama.

Tim PKM EDU telah menjadwalkan kegiatan lanjutan pada awal Agustus 2026 berupa pendampingan kepada seluruh peserta.

Pada tahap tersebut, karya-karya dongeng yang telah disusun akan diseleksi, disempurnakan, dan mendapatkan pendampingan lebih lanjut agar memiliki kualitas yang lebih baik.

Melalui program berkelanjutan ini, tim berharap anak-anak semakin percaya diri dalam menulis, memiliki kecintaan terhadap literasi, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak.

Inisiatif ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas literasi mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menanamkan karakter positif yang akan menjadi bekal penting bagi generasi muda di masa depan.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru