Portalmahasiswa.com |- Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan melalui berbagai program internasional. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyelenggaraan program magang mahasiswa di sektor pertanian Jepang yang menjadi bagian dari agenda internasionalisasi fakultas.
Program ini tidak sekadar memberikan pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal langsung praktik pertanian modern, memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari industri pertanian Jepang yang dikenal maju dalam penerapan teknologi, efisiensi produksi, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja Global
Dekan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Budi Widyanto, menjelaskan bahwa program magang internasional ke Jepang merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan kerja internasional memberikan nilai tambah yang tidak bisa diperoleh hanya melalui proses pembelajaran akademik di kampus.
“Program ini tidak hanya memberi kesempatan mahasiswa untuk belajar teknologi pertanian modern, tetapi juga membentuk etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan adaptasi di lingkungan internasional. Hal ini sejalan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, khususnya mahasiswa yang memperoleh pengalaman di luar kampus,” ujar Budi Widyanto saat ditemui pada acara pelepasan peserta Batch 1, Selasa (9/6).
Ia menilai bahwa mahasiswa perlu dibekali pengalaman nyata yang mampu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat karakter. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga siap bersaing dalam lingkungan kerja global.
Jepang Jadi Laboratorium Belajar Pertanian Modern
Pemilihan Jepang sebagai negara tujuan bukan tanpa alasan. Negeri Sakura dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi pertanian yang sangat pesat.
Berbagai inovasi seperti smart farming, penggunaan teknologi otomatisasi, sistem pertanian presisi, hingga pengelolaan logistik hasil pertanian telah diterapkan secara luas untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Selain unggul dari sisi teknologi, Jepang juga memiliki budaya kerja yang kuat. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, profesionalisme, kerja keras, dan ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.
Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta melihat kondisi tersebut sebagai lingkungan belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional sekaligus membangun karakter yang tangguh.
Selama mengikuti program magang, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan para pelaku industri pertanian Jepang dan mempelajari berbagai sistem kerja yang diterapkan di perusahaan mitra.
Belajar Langsung di Industri Pertanian Jepang
Program magang internasional ini berlangsung selama enam hingga delapan bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mahasiswa akan ditempatkan pada berbagai sektor yang berkaitan dengan pertanian modern.
Kegiatan yang dilakukan meliputi budidaya tanaman, produksi pertanian, sistem pascapanen, pengelolaan distribusi hasil pertanian, hingga logistik pertanian yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori dan praktik teknis di lapangan, tetapi juga belajar mengenai manajemen operasional, penyelesaian masalah, kerja tim, serta komunikasi lintas budaya.
Pengalaman bekerja di lingkungan internasional diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa serta membuka perspektif baru mengenai perkembangan sektor pertanian global.
Seleksi Ketat dan Persiapan Matang
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Dwi Aulia Puspitaningrum, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dan bertahap.
Mahasiswa yang mengikuti program ini harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari status sebagai mahasiswa aktif, memiliki prestasi akademik yang baik, motivasi tinggi, kondisi kesehatan yang memadai, hingga kesiapan mengikuti program dalam jangka waktu yang cukup panjang.
“Seleksi dilakukan dengan memperhatikan kesiapan akademik, motivasi, kesehatan, kemampuan adaptasi, serta kesediaan mahasiswa untuk mengikuti program dalam durasi yang cukup panjang. Setelah lolos seleksi, mahasiswa juga mengikuti pelatihan budaya dan bahasa Jepang selama tiga bulan sebelum diberangkatkan,” jelas Dwi Aulia.
Pelatihan tersebut menjadi tahap penting untuk membantu mahasiswa memahami budaya kerja Jepang, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan baru yang berbeda dengan Indonesia.
Sebanyak 51 Mahasiswa Diberangkatkan pada Tahun 2026
Tingginya minat mahasiswa terhadap program magang internasional terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun.
Pada tahun 2026, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta memberangkatkan sebanyak 51 mahasiswa yang akan mengikuti program magang di berbagai perusahaan pertanian Jepang.
Pemberangkatan dilakukan dalam tiga gelombang atau batch. Batch pertama dilaksanakan pada 9 Juni 2026 dengan jumlah 16 mahasiswa yang ditempatkan di perusahaan GOSEN 1.
Selanjutnya, Batch 2 akan diberangkatkan pada 19 Juni 2026 dengan delapan mahasiswa yang ditempatkan di perusahaan DAIICHI. Sementara Batch 3 dijadwalkan berangkat pada 5 Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 27 mahasiswa yang juga akan menjalani magang di DAIICHI Jepang.
“Antusiasme mahasiswa terhadap program magang internasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, tetapi juga memberikan pengakuan akademik melalui konversi SKS sehingga mahasiswa tetap dapat menyelesaikan studinya secara terarah,” ujar Dwi Aulia.
Pengalaman Tahun Sebelumnya Jadi Modal Keberhasilan
Keberhasilan program magang internasional ini tidak terlepas dari pengalaman pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta telah memberangkatkan sebanyak 53 mahasiswa ke berbagai perusahaan mitra di Jepang. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan program dengan baik dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan studi mereka.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa program berjalan secara aman, terstruktur, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Keberhasilan mahasiswa angkatan sebelumnya menjadi bukti bahwa program ini berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Kami berharap peserta tahun 2026 dapat mengikuti jejak yang sama serta membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian Indonesia,” tambahnya.
Membangun Generasi Pertanian yang Berdaya Saing Global
Melalui program magang internasional di Jepang, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta tidak hanya berupaya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun generasi muda pertanian yang memiliki wawasan global, keterampilan profesional, dan kemampuan beradaptasi di era modern.
Program ini menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan tinggi tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia. Dengan bekal tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan kemajuan bagi sektor pertanian Indonesia di masa depan.
Sumber Berita: upnyk.ac.id











