UIN KHAS Jember Gelar Temu Muhibbah, Bangun Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

ikon kampus daily

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.uinkhas.ac.id

dok.uinkhas.ac.id

Portalmahasiswa.com – UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat melalui penyelenggaraan Temu Muhibbah di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara kampus dan berbagai elemen masyarakat.

Suasana hangat terasa sejak awal acara, ketika unsur pimpinan kampus, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, hingga para pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul dalam satu forum yang sarat makna. Momen ini memperlihatkan bahwa UIN KHAS Jember ingin terus hadir bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai simpul kolaborasi sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni, didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. M. Khusna Amal dan Wakil Rektor II Dr. H. Ainur Rafik. Turut hadir pula Kepala Biro AUPK Dr. H. Nawawi selaku ketua panitia, bersama sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim yang memberikan hikmah keagamaan sekaligus menutup acara dengan doa bersama.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Dr. Nawawi menegaskan bahwa Temu Muhibbah ini tidak dirancang sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, forum ini merupakan ruang untuk membangun persaudaraan strategis antara kampus dan masyarakat, sekaligus mempererat ikatan sosial yang menjadi fondasi penting dalam penguatan kelembagaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai unsur masyarakat yang hadir, mulai dari pengasuh pondok pesantren, tokoh organisasi masyarakat Islam, unsur TNI/Polri, lembaga pendidikan, takmir masjid dari 32 kecamatan, hingga mitra dan alumni kampus. Kehadiran beragam elemen ini menunjukkan bahwa UIN KHAS Jember memiliki jejaring sosial yang luas dan terus berupaya merawatnya dengan pendekatan yang inklusif.

“Tidak ada sejarah besar tanpa persaudaraan yang kuat,” ujar Dr. Nawawi.

Pernyataan itu menjadi penegas bahwa kampus tidak bisa tumbuh sendiri tanpa dukungan masyarakat. Ia menekankan bahwa UIN KHAS Jember hadir sebagai amanah masyarakat untuk ikut menjawab berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Dalam konteks itu, kampus juga memikul tanggung jawab untuk menyiapkan generasi pemimpin yang adaptif, religius, serta tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Baca Juga :  Prestasi Membanggakan! Dua Dosen UIN KHAS Jember Lolos Pendanaan Riset Internasional 2026

Lebih jauh, Dr. Nawawi turut memperkenalkan sejumlah capaian dan inovasi yang tengah dikembangkan kampus. Salah satunya adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberi kesempatan kepada masyarakat dengan pengalaman kerja untuk menempuh pendidikan formal dalam waktu yang lebih efisien. Program ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan kampus terhadap akses pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa UIN KHAS Jember saat ini telah memiliki puluhan program studi, dengan sekitar 50 persen di antaranya telah terakreditasi unggul. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa penguatan mutu akademik terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya kampus dalam menjaga kualitas sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Hepni menempatkan Temu Muhibbah sebagai bagian dari ikhtiar membangun harmoni pasca-Ramadan yang secara substansial sejalan dengan semangat halal bihalal. Menurutnya, momen setelah Ramadan bukan hanya tentang saling bersalaman dan saling berkunjung, tetapi juga tentang memperbaiki dua dimensi penting dalam kehidupan: relasi vertikal dengan Tuhan dan relasi horizontal dengan sesama manusia.

Ia menegaskan bahwa penguatan hubungan dengan Allah harus dibarengi dengan penguatan hubungan antarmanusia melalui sikap saling memaafkan, saling memahami, dan saling menguatkan. Nilai-nilai inilah yang menurutnya perlu terus dirawat agar kampus tetap tumbuh dalam suasana yang harmonis dan produktif.

“Kita tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, tokoh agama, dan berbagai organisasi menjadi kunci dalam menjawab persoalan global kemanusiaan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mempertegas arah gerak UIN KHAS Jember yang tidak ingin berjalan sebagai institusi yang eksklusif. Kampus ini justru menempatkan kolaborasi sebagai kunci dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk persoalan-persoalan kemanusiaan yang kini semakin kompleks di level lokal maupun global.

Baca Juga :  Program Dasacita Rektor Berbuah Hasil, Jurnal UIN KHAS Jember Naik Peringkat SINTA

Rektor juga menegaskan komitmen kampus untuk terus mengambil peran dalam isu-isu strategis, termasuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan menyerukan penghentian berbagai konflik global. Menurutnya, persatuan hanya bisa tumbuh jika ada toleransi, dan toleransi hanya bisa hidup jika ada kesadaran untuk saling menghormati.

Tak hanya berbicara soal nilai, Prof. Hepni juga memaparkan arah pengembangan kampus ke depan. Ia menyebut UIN KHAS Jember tengah mendorong penguatan layanan berbasis masyarakat serta menggagas program-program inovatif, termasuk pengembangan layanan pendidikan dan pemberdayaan untuk kelompok lansia. Gagasan ini menunjukkan bahwa kampus ingin memperluas makna pengabdian, dari sekadar ruang akademik menjadi ruang kebermanfaatan yang nyata.

Menurutnya, UIN KHAS Jember tidak boleh hanya menjadi “menara gading” yang jauh dari realitas sosial. Kampus harus hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat, menjadi pusat ilmu yang membumi, dan menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang humanis dan relevan.

Sementara itu, dalam hikmah keagamaan yang disampaikan, Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim mengingatkan pentingnya memaknai ibadah, khususnya puasa, secara lebih mendalam. Ia menekankan bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membentuk kualitas kesalehan batin dan kepedulian sosial.

“Puasa yang berkualitas akan melahirkan pribadi yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga peduli terhadap sesama dan lingkungan sosialnya,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi penutup reflektif yang memperkuat esensi Temu Muhibbah: bahwa nilai-nilai spiritual sejatinya harus melahirkan tindakan sosial yang nyata. Ibadah yang berkualitas, dalam pandangannya, akan tampak dari bagaimana seseorang membawa manfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang menguatkan harapan agar sinergi antara UIN KHAS Jember dan masyarakat terus terjalin erat. Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, Temu Muhibbah ini menjadi simbol bahwa penguatan kelembagaan kampus tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui persaudaraan, kolaborasi, dan kepercayaan yang tumbuh bersama masyarakat.

Sumber Berita: uinkhas.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru