Portalmahasiswa.com – Program Jatim Gaspol yang tayang di JTV pada Jumat malam (20/2/2026) menjadi ruang apresiasi bagi Suparti, Direktur Universitas Terbuka Surabaya, terhadap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Dalam kesempatan tersebut, Suparti menegaskan bahwa kehadiran Universitas Terbuka (UT) turut memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur, terutama melalui layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah selama pemerintahan Bu Khofifah, UT juga sangat terbantu dan insyaallah turut menaikkan IPM di Jawa Timur,” tegas Suparti.
Saat ini, UT mengelola sekitar 70 ribu mahasiswa di Jawa Timur. Sebanyak 42 ribu mahasiswa berada di wilayah layanan UT Surabaya, 28 ribu di UT Malang, serta sekitar 16 ribu mahasiswa di UT Jember. Menurut Suparti, jumlah tersebut mencerminkan potensi besar sumber daya manusia yang dapat mendorong kemajuan daerah.
Ia juga menyoroti perhatian Gubernur Jawa Timur terhadap mahasiswa berprestasi. Salah satu contoh yang disampaikan adalah lulusan terbaik asal Pamekasan dengan IPK 3,98 yang memperoleh apresiasi berupa pilihan hadiah umrah atau beasiswa S2 dari Gubernur Jawa Timur.
“Terima kasih banyak Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mensupport UT. Mudah-mudahan setelah ini nanti ada dukungan beasiswa dari Pemprov,” ujarnya.
Di samping menyampaikan apresiasi, UT turut mengemukakan sejumlah harapan, khususnya terkait penguatan infrastruktur penunjang pendidikan. Suparti menilai peningkatan layanan transportasi dan pemerataan akses internet masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi mahasiswa yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan.
Ia berharap pengembangan layanan Trans Jatim dapat mempermudah mobilitas mahasiswa, termasuk di kawasan Paciran dan Lamongan yang menjadi titik layanan tutorial. Selain itu, ia menyoroti masih terbatasnya akses internet di daerah pinggiran, khususnya di Kepulauan Sumenep.
“Untuk daerah-daerah yang agak pinggiran, terutama di Kepulauan Sumenep, akses internet sangat sulit. Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu mengembangkan akses itu sehingga mahasiswa kami di mana pun berada tidak kesulitan untuk belajar,” harap Suparti.
Sebagai perguruan tinggi terbuka, UT melayani pendidikan tanpa batasan usia dan menjangkau wilayah-wilayah terpencil, termasuk Pulau Bawean dan Pulau Kangean. Oleh karena itu, Suparti menilai dukungan infrastruktur digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Jawa Timur.
Menutup pernyataannya, Suparti menegaskan komitmen Universitas Terbuka untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendukung kemajuan Jawa Timur melalui layanan pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan terjangkau.
Sumber Berita: herald.id











