PortalMahasiswa.com | Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersujud, tetapi juga menjadi pusat pembinaan spiritual, peradaban, serta sumber ketenangan bagi umat. Meski demikian, dalam praktiknya kekhusyukan beribadah kerap terganggu oleh hal-hal sederhana, seperti suara dering ponsel, sandal yang tertukar, hingga kebingungan jamaah mencari arah tempat wudhu.
Berangkat dari kondisi tersebut, KKM Mandiri Kelompok 156 “Patibrata” UIN Malang menggagas sebuah inisiatif sederhana namun bermakna, yakni program Revitalisasi Informasi Masjid melalui pemasangan stiker edukasi dan petunjuk arah di seluruh dusun se-Desa Sepakek.
Program ini bertujuan menghadirkan pesan-pesan visual yang dapat menjadi pengingat adab serta panduan praktis bagi jamaah. Walaupun hanya berupa stiker, pesan yang disampaikan memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban di lingkungan masjid.
Beberapa jenis stiker yang dipasang meliputi imbauan adab ibadah seperti “Mohon Matikan HP” dan “Harap Tenang” guna menjaga kekhusyukan sholat berjamaah. Selain itu, terdapat penanda batas suci sebagai petunjuk area pelepasan alas kaki demi menjaga kesucian lantai masjid.
Stiker lain juga berfungsi untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab, seperti imbauan agar jamaah merapikan kembali barang yang dipinjam, termasuk Al-Qur’an dan mukena. Tidak kalah penting, kelompok KKM turut memasang petunjuk arah menuju toilet dan tempat wudhu laki-laki maupun perempuan, sehingga jamaah, khususnya musafir, tidak mengalami kebingungan.
Pelaksanaan program ini menjadi semacam “safari masjid” bagi anggota kelompok. Mereka mendatangi masjid-masjid di setiap dusun, bersilaturahmi dengan para marbot serta takmir, sekaligus meminta izin untuk memperbarui tampilan sudut-sudut masjid dengan stiker edukatif.
Hingga kini, pemasangan stiker telah dilakukan di masjid-masjid yang berada di sembilan dusun, yakni Dusun Kelana, Dusun Sepakek, Dusun Peresak, Dusun Nyangget, Dusun Repuk Mur, Dusun Sekalas, Dusun Jurang Sate, Dusun Penjangka, dan Dusun Pidendang.
Setiap dusun memiliki kondisi yang berbeda. Ada masjid yang stiker informasinya telah pudar, ada pula yang belum memiliki penanda batas suci secara jelas. Kehadiran mahasiswa KKM disambut positif oleh pengurus masjid karena dinilai membantu memperbarui sarana informasi yang dibutuhkan jamaah.
Melalui program ini, KKM Mandiri Kelompok 156 “Patibrata” berharap dapat berkontribusi dalam memakmurkan masjid dari sisi kenyamanan dan keteraturan. Stiker-stiker yang terpasang diharapkan tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pengingat yang menumbuhkan kesadaran bersama.
Semoga setiap pesan yang terbaca dan diamalkan oleh jamaah dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir, baik bagi mahasiswa pelaksana maupun seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.
Sumber Berita: kompasiana.com











