Portalmahasiswa.com | Perubahan pola hidup di era digital turut memengaruhi cara siswa mengelolakeuangan sehari-hari. Kemudahan bertransaksi, penggunaan dompet digital, serta pengaruhmedia sosial sering kali membuat pengeluaran menjadi kurang terkontrol. Bagi siswa yang masih mengandalkan uang saku atau penghasilan terbatas, kondisi ini dapat menimbulkan masalah keuangan jika tidak disertai dengan pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di PKBM Sekolah Kawis dengan mengusung tema “Manajemen Keuangan Cerdas untuk Generasi Muda di Era Digital.”Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa/i dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan yang sederhana, realistis, dan sesuai dengan kehidupan sehari-harimereka.
Mengelola keuangan di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Maraknya belanja daring, kemudahan pembayaran non-tunai, serta dorongan gaya hidup konsumtif membuat siswa sering kali kesulitan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Oleh karena itu, pemahaman tentang manajemen keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar siswa mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Melalui kegiatan PKM ini, siswa/i PKBM Sekolah Kawis diajak mengenal berbagai aspek pengelolaan keuangan yang saling berkaitan. Materi yang disampaikan mencakup strategi mengelola uang jajan dan penghasilan, sikap bijak terhadap utang dan gaya hidup konsumtif, pengenalan wirausaha sejak usia muda, pemanfaatan teknologi keuangan secarapositif, serta pentingnya menabung dan mengenal investasi digital sebagai langkah awal perencanaan keuangan.
Dalam proses diskusi dan penyampaian materi, siswa mulai menyadari bahwapengelolaan keuangan tidak selalu bergantung pada besar kecilnya jumlah uang yang dimiliki, melainkan pada cara mengaturnya. Kebiasaan pengeluaran kecil yang dilakukantanpa perencanaan sering kali menjadi sumber masalah keuangan. Dengan memahami skalaprioritas, siswa belajar mengelola pengeluaran secara lebih terkontrol tanpa merasa terbebani.
Pembahasan mengenai utang dan gaya hidup konsumtif juga memberikan pemahamanbaru bagi siswa. Melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pembayaran digital serta memahami risikojangka panjang dari keputusan keuangan yang diambil secara terburu-buru.
Selain itu, kegiatan ini mendorong siswa untuk mulai berpikir produktif melalui pengenalan wirausaha sederhana dan pemanfaatan teknologi secara lebih bijak. Teknologi tidak hanya diperkenalkan sebagai sarana konsumsi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membantu perencanaan keuangan dan membangun kemandirian finansial di masa depan. Kebiasaan menabung dan pengenalan investasi digital disampaikan sebagai langkah awalyang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
Melalui edukasi ini, siswa/i PKBM Sekolah Kawis diharapkan mampu membangun pola pikir keuangan yang lebih bertanggung jawab. Manajemen keuangan cerdas menjadibekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan keuangan di era digital, sekaligus membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kelompok: (Aisyah Kumala Puteri,Rafa Yaqzi Fatih,Rizky Arta Harianto)











