PortalMahasiswa.com |-IPB University kembali menegaskan perannya dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga keberlanjutan akses pendidikan melalui kegiatan Penyaluran Simbolis Bantuan Bencana Sumatra Tahap II serta Beasiswa melalui Skema Deposito Wakaf.
Agenda tersebut menjadi momentum serah terima donasi yang dihimpun oleh Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University, sekaligus penyaluran imbal hasil deposito wakaf tahap 3 jilid 1 dan tahap 1 jilid 2. Kegiatan ini digelar di Sekolah Bisnis IPB, Kampus Gunung Gede, Bogor, pada 5 Januari.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong sivitas akademika dan alumni IPB University dalam merespons bencana yang melanda wilayah Sumatra. Ia menegaskan bahwa sejak awal IPB University telah merancang pola respons bencana secara berkelanjutan, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga panjang.
“IPB University fokus pada pengumpulan dana melalui UWDS, sementara penyaluran di lapangan dipercayakan kepada ARM HA (Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni) yang bergerak cepat dan adaptif,” ujarnya.
Dr Alim menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada kebutuhan dasar seperti pangan dan obat-obatan, tetapi juga mencakup dukungan konektivitas darurat melalui penyediaan akses internet, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, hingga pengembangan inovasi pangan siap santap.
Salah satu wujud konkret bantuan tersebut adalah penyediaan 18 ribu paket nasi instan steril dan 13 ribu paket pangan bayi yang dirancang khusus untuk kondisi darurat dengan keterbatasan air bersih.
“Inovasi ini bahkan telah dilaporkan ke Presiden dan berpotensi ditindaklanjuti sebagai solusi pangan darurat nasional,” katanya.
Lebih lanjut, dalam perspektif jangka menengah dan panjang, IPB University juga mendorong program rehabilitasi ekonomi berbasis sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta penguatan resiliensi wilayah dan kualitas sumber daya manusia. Afirmasi terhadap akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari daerah terdampak bencana pun menjadi perhatian serius, termasuk melalui pembukaan jalur khusus dan penyediaan beasiswa.
Sementara itu, Kepala UWDS IPB University, Prof Alla Asmara, melaporkan bahwa hingga awal Januari total dana bantuan bencana Sumatra yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp151 juta. Pada tahap pertama, bantuan sebesar Rp50 juta telah disalurkan, kemudian dilanjutkan dengan penyaluran tahap kedua senilai Rp80 juta melalui ARM HA. Selain itu, sebanyak 494 paket makan malam gratis turut diberikan kepada mahasiswa IPB University yang keluarganya terdampak bencana.
Prof Alla juga memaparkan capaian program Deposito Wakaf yang hingga saat ini telah menyalurkan beasiswa senilai sekitar Rp909 juta kepada 270 mahasiswa.
“Kami menyalurkan kembali imbal hasil deposito wakaf jilid 1 tahap ketiga senilai Rp165 juta untuk 49 mahasiswa, serta penyaluran simbolis deposito wakaf jilid 2 senilai Rp155 juta,” jelasnya.
Ketua Umum ARM HA, Ir Ahmad Husein, MSi, menambahkan bahwa pihaknya terus melanjutkan distribusi bantuan di delapan kabupaten yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bentuk bantuan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pipanisasi air bersih, hingga penyaluran bantuan medis ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
Melengkapi hal tersebut, Ketua Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI), Andi Irman Patiroi, menegaskan bahwa sinergi antara alumni dan IPB University melalui skema wakaf telah memperkuat keberlanjutan program beasiswa. “Kolaborasi ini membuat pembiayaan beasiswa semakin berimbang dan berkelanjutan,” ujarnya. (dr)
Sumber Berita: ipb.ac.id











