Universitas Teuku Umar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh

Aksi kemanusiaan ini digerakkan oleh tim tanggap darurat UTU yang terdiri dari dosen dan mahasiswa

ikon kampus daily

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok kemendiktisaintek

dok kemendiktisaintek

Portalmahasiswa.com | Aceh–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menunjukkan kehadirannya di tengah situasi krisis. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Universitas Teuku Umar (UTU) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Barat dan Nagan Raya, Rabu (17/12).

Aksi kemanusiaan ini digerakkan oleh tim tanggap darurat UTU yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Mereka membawa berbagai sarana penunjang kebutuhan dasar, mulai dari tandon air, pompa air, genset, hingga bahan pangan, ke kawasan Pantai Cermin, Aceh Barat. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk enam desa dengan kondisi paling terdampak dari total 13 wilayah terdampak di Pantai Cermin, yakni Desa Ketambang, Desa Djambak, Desa Lawit, Desa Langung, dan Desa Pulo Tengah.

Tak hanya itu, tim UTU lainnya juga bergerak ke Desa Tripa, Kabupaten Nagan Raya. Di wilayah ini, bantuan logistik yang disalurkan meliputi perlengkapan sekolah, kebutuhan bayi dan perempuan, sarana sanitasi, serta bahan pangan. Kehadiran bantuan ini menjadi wujud nyata peran kementerian melalui perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat, dengan penekanan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih dan logistik pokok.

Baca Juga :  Dosen UGM Terlibat dalam Penyusunan Pedoman Internasional Pengembangan Kota Pintar

Secara resmi, penyaluran bantuan dilepas oleh Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto. Ia menegaskan bahwa Program PKM Tanggap Darurat Bencana memang dirancang untuk memastikan dosen dan mahasiswa dapat bergerak cepat membantu masyarakat di wilayah terdampak.

“Dengan dukungan program PkM Tanggap Darurat Bencana ini diharapkan penanganan darurat dari perguruan tinggi dapat dilakukan secara terencana, terukur, dan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Direktur Heri.

Di sisi lain, Ketua Tim PKM Tanggap Darurat Bencana UTU, Herri Darsan, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan satu kebutuhan yang paling mendesak, yakni air bersih. Atas dasar itu, jenis bantuan yang disalurkan difokuskan pada fasilitas pendukung penyediaan air agar bisa segera dimanfaatkan warga.

“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, bantuan yang kami salurkan difokuskan pada penyediaan tandon air, pompa, dan genset agar dapat langsung dimanfaatkan oleh warga dan nantinya akan kami bantu untuk proses pemasangan,” jelas Herri Darsan.

Baca Juga :  PKM Mahasiswa Unpam, Bekali Remaja di Depok tentang Pengelolaan Keuangan

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari asesmen kondisi lapangan, distribusi bantuan awal, hingga pemasangan sarana air bersih di desa-desa dengan dampak terparah. Dalam pelaksanaannya, Tim PKM UTU berkolaborasi dengan pemerintah daerah, relawan mahasiswa, dan dosen agar bantuan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Melalui program ini, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk tampil sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana. Peran tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pendidikan dan riset, tetapi juga menyentuh langsung persoalan kemanusiaan.

Selain itu, Kemdiktisaintek juga menjalankan Program PKM untuk pengiriman tenaga medis dan tenaga kesehatan dari perguruan tinggi, lengkap dengan dukungan logistik medis, melalui koordinasi bersama BNPB dan Dinas Kesehatan. Diharapkan, sinergi antara kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat ini dapat meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.[]

Sumber Berita: kemendiktisaintek

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru