Kisah Bryant Andhika Prayoga Menembus Sains Global dari UNDIP

Berawal dari kesederhanaan, Bryant Andhika Prayoga, lulusan UNDIP Summa Cum Laude, menorehkan prestasi riset internasional hingga menembus kampus dunia.

ikon kampus daily

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok kemdiktisaintek.go.id

dok kemdiktisaintek.go.id

Portalmahasiswa.com | Semarang–Kisah Bryant Andhika Prayoga Menembus Sains Global dari UNDIP. Tidak semua perjalanan menuju panggung dunia dimulai dari privilese atau fasilitas serba lengkap. Ada kisah yang justru tumbuh dari kesederhanaan—dari doa seorang ibu yang rela melepas perhiasannya demi memastikan anaknya tetap bersekolah. Dari ruang penuh ketulusan itulah langkah Bryant Andhika Prayoga bermula.

Bryant, wisudawan S1 Kimia Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro, resmi diwisuda pada Periode ke-179. Ia menuntaskan studi dalam waktu 3 tahun 9 bulan 29 hari dengan predikat Summa Cum Laude dan IPK 3,90. Namun, bagi Bryant, capaian akademik hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang membangun mimpi global—mimpi yang ditempa dari kerja sunyi di laboratorium sederhana UNDIP.

Selepas menyandang gelar sarjana, Bryant memilih menapaki jalur riset. Ia aktif sebagai Research Assistant bidang bioelektrokimia di UNDIP dan mendapat kesempatan sebagai Visiting Researcher di Research School of Chemistry, The Australian National University (ANU), Canberra. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan Prof. Zongyou Yin, ilmuwan berkelas dunia yang pernah berkiprah di Harvard dan MIT. Dari pengalaman tersebut, Bryant belajar bahwa riset bukan sekadar tentang data, melainkan tentang ketekunan, konsistensi, dan kesabaran panjang.

Kini, langkahnya memasuki babak baru. Bryant mendaftar program Master/PhD di sejumlah universitas ternama dunia, mulai dari University of Oxford, Stanford University, Imperial College London, University of Vienna, University of Groningen, University of New South Wales (UNSW), Australian National University (ANU), University of Twente, hingga University of Technology Sydney. Bagi Bryant, deretan nama besar itu bukan semata prestise, melainkan penanda bahwa karya anak muda dari Semarang mampu berbicara di pusat sains global.

Baca Juga :  Cegah Sarkopenia di Usia Jelita, DWP UNDIP Gelar Seminar Kesehatan Interaktif

Selama menempuh pendidikan di UNDIP, Bryant mencatatkan berbagai prestasi membanggakan. Ia dinobatkan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Utama Jenjang Sarjana UNDIP 2024, 2nd Runner Up Mahasiswa Berprestasi Nasional, serta Top 4 PILMAPRES Utama Jenjang Sarjana Tingkat Jawa Tengah 2024.

Kiprahnya di tingkat internasional pun tak kalah gemilang. Bryant meraih Gold Medal World Young Inventors Exhibition Malaysia, penghargaan riset dari Universiti Malaysia Sabah, serta Future Research Talent Award 2024 di ANU—sebuah program eksklusif yang hanya diberikan kepada segelintir mahasiswa Indonesia.

Tak berhenti di sana, ia dipercaya menjadi Main Speaker TEDx UNDIP 2025, membagikan kisah riset dan mimpi globalnya melalui kanal resmi TEDx. Ia juga berhasil memenangkan sponsorship riset lebih dari Rp400 juta, sembari menjalani aktivitas akademik yang membawanya hampir menjejakkan kaki di 13 negara di Asia, Australia, dan Eropa.

Di balik medali dan pengakuan internasional, Bryant tetap berpijak pada nilai yang ia yakini sejalan dengan tagline UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat.
“Bermartabat artinya menjaga integritas, menolak jalan pintas, dan berkompetisi secara jujur. Sementara bermanfaat artinya memastikan bahwa setiap capaian pribadi bisa membuka jalan bagi orang lain,” ujarnya.

Saat berdiri di panggung TEDx UNDIP, Bryant tidak memposisikan dirinya sebagai pusat cerita. Ia menjadikan panggung itu sebagai ruang berbagi, untuk menyalakan keberanian mahasiswa lain agar berani bermimpi lebih jauh dan melampaui batas.

Baca Juga :  Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah

Ia meyakini bahwa visi UNDIP menuju 500 besar World Class University bukan semata tanggung jawab pimpinan kampus, tetapi juga mahasiswa. Kontribusi itu dapat diwujudkan dengan menghadirkan nama UNDIP dalam percakapan akademik global melalui publikasi internasional, konferensi, dan riset kolaboratif.

“Setiap kali publikasi saya terbit di jurnal internasional atau saya berdiri di forum global, saya tahu nama UNDIP ikut terangkat. Itu kontribusi nyata mahasiswa untuk membawa kampus kita melampaui batas,” kata Bryant.

Menutup kisahnya, Bryant menitipkan pesan bagi mahasiswa UNDIP agar tidak membatasi diri pada ruang kelas semata.
“Kelas adalah titik awal, bukan titik akhir. Dunia menunggu untuk dijelajahi. Setiap kali kita melangkah keluar, kita membawa bukan hanya nama pribadi, tetapi juga nama UNDIP,” tuturnya.

“Jangan hanya pandai mencatat materi kuliah, tetapi beranilah mencatat sejarah. Jadilah generasi bermartabat yang menjaga integritas, bermanfaat bagi sekitar, berdampak nyata, dan siap bersaing di panggung global. Dunia tidak menunggu, tetapi dunia selalu terbuka bagi mereka yang berani mengetuk dan UNDIP sudah memberi kunci itu untuk kita,” tutup Bryant.

Kisah Bryant Andhika Prayoga menjadi bukti bahwa semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, sekaligus selaras dengan program Diktisaintek Berdampak, mampu melahirkan generasi unggul yang menjelajah dunia tanpa pernah melupakan akar dan asalnya di Semarang.[]

Sumber Berita: kemdiktisaintek.go.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global
Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional
Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky
Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan Raih Gelar Doktor di Universitas Bhayangkara
Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah
Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:38 WIB

UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:14 WIB

Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:54 WIB

Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky

Berita Terbaru