Transisi Kompor LPG ke Listrik, Kemdiktisaintek Dorong Kebijakan Berbasis Riset Kampus

perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset dan kajian yang dapat memperkuat proses pengambilan kebijakan nasional.

ikon kampus daily

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Portalmahasiswa.com | Jakarta – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transisi Penggunaan Kompor LPG ke Kompor Listrik untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional” yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Danareksa, Jakarta, Jumat (12/12).

Forum diskusi tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas kesiapan Indonesia melakukan transisi dari kompor LPG ke kompor listrik. Melalui diskusi lintas sektor, FGD ini menghimpun pandangan serta data dari unsur pemerintah, akademisi, dan pelaku industri guna merumuskan strategi transisi yang lebih matang, sekaligus selaras dengan kebutuhan dan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Peran Kampus dalam Kebijakan Berbasis Riset

Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset dan kajian yang dapat memperkuat proses pengambilan kebijakan nasional.

“Yang ingin kami kedepankan adalah bagaimana riset dan kajian di kampus dapat menjadi dasar science-based policy. Ini penting untuk membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% seperti arahan dari Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan strategis, termasuk transisi energi, perlu diselesaikan berbasis kepakaran dengan melibatkan kolaborasi yang lebih luas bersama industri. Menurutnya, peralihan dari kompor LPG ke kompor listrik tidak sekadar mengganti alat memasak, melainkan bagian dari transformasi besar menuju bauran energi yang lebih bersih. Saat ini, bauran energi nasional baru mencapai sekitar 14 persen dari target 23 persen.

Baca Juga :  Maskam UGM Salurkan Beasiswa Sejak 2008, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu Sekaligus Cetak Relawan Sosial

Untuk memastikan transformasi berjalan efektif, Dirjen Fauzan menekankan empat strategi utama. Pertama, penguatan sumber daya manusia di perguruan tinggi dan instansi terkait. Kedua, pembangunan jembatan sosial agar masyarakat memahami manfaat peralihan energi. Ketiga, penyusunan narasi kebijakan yang tepat agar dapat diterima publik. Keempat, aksi solutif yang harus segera dilakukan mengingat urgensi transisi energi bagi Indonesia.

Perspektif Kebijakan, Teknis, dan Sosial

FGD ini dipimpin oleh Prof. Tumiran dari UGM yang menyoroti pentingnya menjadikan transisi kompor listrik sebagai bagian dari agenda jangka panjang menuju sistem energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pengalaman sejumlah negara, seperti Malaysia dan Singapura, menunjukkan perlunya perencanaan komprehensif yang mencakup aspek teknologi, regulasi, ekonomi, serta kesiapan sosial masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa dukungan kebijakan atau political will menjadi faktor kunci agar langkah transisi dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak positif, mulai dari efisiensi energi, penguatan industri dalam negeri, hingga peningkatan kebutuhan listrik yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  UGM Dorong Riset Aplikatif Melalui Kolaborasi dengan Environesia

Dari sisi teknis, Prof. Sarjiya dari UGM memaparkan besarnya potensi konversi kompor LPG ke kompor listrik. Namun, ia mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kesiapan jaringan listrik, keamanan instalasi, serta kenyamanan pengguna rumah tangga.

Menurutnya, transisi hanya dapat berjalan optimal apabila masyarakat merasa aman dan nyaman menggunakan kompor listrik. Hal tersebut perlu didukung oleh desain produk yang sesuai serta kesiapan industri dalam negeri. Karena itu, komunikasi publik yang efektif menjadi kunci agar manfaat peralihan energi dapat dipahami dan diterima secara luas.

Sementara dari perspektif sosial, Derajad Sulistyo Widhyharto dari UGM menjelaskan bahwa persepsi masyarakat terhadap kompor listrik sangat dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan memasak, serta tingkat kepercayaan terhadap keandalan pasokan listrik.

Ia menilai terdapat tiga pendorong utama keberhasilan transisi, yakni stabilitas infrastruktur, dukungan kebijakan dan program pemerintah, serta komunikasi publik yang efektif dan dua arah. Ia juga menyoroti bahwa tingkat penerimaan masyarakat berbeda-beda, termasuk antara perempuan dan generasi muda, sehingga strategi sosialisasi perlu disesuaikan dengan segmentasi sosial yang ada.

Melalui FGD ini, Kemdiktisaintek memandang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri sebagai kunci dalam merumuskan langkah strategis transisi kompor listrik di Indonesia. Kajian yang disampaikan UGM diharapkan dapat memperkaya pemahaman dari berbagai aspek—kebijakan, teknis, dan sosial—sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara bertahap, terukur, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan dan ketahanan energi nasional.[]

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

13 Handphone Motorola yang Bandel di Awal 2026
Lima Rekomendasi Mouse Nyaman untuk Pengguna Mac dan MacBook
Wamenkomdigi: Indonesia Terbuka untuk Pembangunan Industri AI
Panduan Memilih Laptop yang Tepat untuk Mahasiswa
Harga Sewa Laptop untuk Mahasiswa. Ini Kisaran Harga dan Paketnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:21 WIB

13 Handphone Motorola yang Bandel di Awal 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:18 WIB

Lima Rekomendasi Mouse Nyaman untuk Pengguna Mac dan MacBook

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:23 WIB

Wamenkomdigi: Indonesia Terbuka untuk Pembangunan Industri AI

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:32 WIB

Panduan Memilih Laptop yang Tepat untuk Mahasiswa

Minggu, 14 Desember 2025 - 08:17 WIB

Transisi Kompor LPG ke Listrik, Kemdiktisaintek Dorong Kebijakan Berbasis Riset Kampus

Berita Terbaru