Portalmahasiswa.com | Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas sekaligus berdaya tahan sebagai fondasi lompatan Indonesia ke masa depan. Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menghadiri acara “Leadership Night” yang digelar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) di Jakarta, Rabu (17/12).
Dalam forum tersebut, Menteri Brian menyoroti bahwa dinamika global—mulai dari ketegangan geopolitik, krisis iklim, hingga disrupsi ekonomi—kerap memicu rasa cemas. Namun, ia menilai situasi itu justru dapat menjadi pintu peluang bagi bangsa yang mampu dipimpin dengan visi dan ketangguhan.
“Berbagai ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi ekonomi, sering kali menimbulkan kecemasan. Namun bagi negara seperti Indonesia, justru di situlah peluang muncul. Di situ, pemimpin yang baik bisa melihat sebagai cara untuk berkembang,” kata Menteri Brian.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menegaskan bahwa cita-cita Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi tidak mungkin tercapai tanpa kepemimpinan yang berpijak pada integritas, ketahanan mental, serta keberanian mengambil keputusan strategis berbasis sains dan teknologi. Ia optimistis, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun bukanlah angan-angan semata, asalkan didorong oleh lompatan besar melalui penguatan industri berbasis teknologi dan riset berkelanjutan. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peranan krusial.
“Kampus adalah motor penggerak perubahan, harus berkembang menjadi klaster pertumbuhan ekonomi yang melahirkan industri bernilai tambah tinggi,” tegas Menteri Brian.
Untuk menopang peran tersebut, kepemimpinan di lingkungan akademik, termasuk para lulusan perguruan tinggi, dituntut memiliki daya tahan menghadapi tekanan, kegagalan, serta perubahan yang berlangsung cepat dan tak terduga.
Senada dengan itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menjelaskan bahwa “Leadership Night” dirancang sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan kepemimpinan yang adaptif dan berlandaskan integritas. Menurutnya, pemimpin masa depan tidak cukup hanya berpegang pada panduan tekstual, melainkan harus memiliki ketangguhan teknis, berakar pada nilai kebangsaan, serta berwawasan global.
“Forum ini wadah sinergis antara akademisi, pemimpin publik, dan praktisi untuk saling belajar, berbagi inspirasi, serta memberikan apresiasi kepada individu-individu yang menunjukkan dedikasi dan kecemerlangan sebagai teladan kepemimpinan,” jelas Rektor ITB.[]











