Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Melalui inovasi dan kemampuan akademik yang mumpuni, tim DME Plant Concat berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang International Plant Design Chemical Engineering Competition (IPDCEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa karena tim asal UPN “Veteran” Yogyakarta menjadi satu-satunya peserta yang berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam kompetisi bergengsi tersebut. Capaian ini sekaligus menandai keberhasilan perdana Jurusan Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta dalam kompetisi desain pabrik tingkat internasional.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas akademik mahasiswa, tetapi juga memperlihatkan kemampuan mereka dalam merancang solusi teknik yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu dipresentasikan secara profesional di hadapan dewan juri internasional.
Membawa Gagasan Pabrik DME Berkelanjutan
Tim DME Plant Concat beranggotakan tiga mahasiswa, yakni Viona Tiara Ramadhani, Safinah Annajah Nasution, dan Shifa Almar’atul Khusna.
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung karya ilmiah berjudul Preliminary Design of a Sustainable High-Purity DME Plant from Natural Gas, sebuah rancangan awal pembangunan pabrik Dimethyl Ether (DME) dengan tingkat kemurnian tinggi yang memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku utama.
Konsep yang diangkat menitikberatkan pada pengembangan industri kimia yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mendukung pemanfaatan energi alternatif yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, tim berhasil menawarkan solusi yang dinilai memiliki nilai inovasi sekaligus relevan dengan kebutuhan industri energi di masa depan.
Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Atas kualitas karya dan kemampuan presentasi yang ditampilkan, tim DME Plant Concat berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu 1st Honorable Mention (Juara Harapan I) dan Best Presentation Award.
Penghargaan pertama diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas desain pabrik yang disusun secara komprehensif, mulai dari aspek teknis, ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, penghargaan Best Presentation Award diberikan karena tim mampu menyampaikan gagasan secara sistematis, jelas, dan meyakinkan di hadapan para juri.
Keberhasilan meraih dua penghargaan dalam satu kompetisi menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa tidak hanya terletak pada penyusunan konsep teknis, tetapi juga pada komunikasi ilmiah yang efektif.
Bukti Daya Saing Mahasiswa Indonesia
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, SE., MM., memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, prestasi yang diraih mahasiswa menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UPN ‘Veteran’ Yogyakarta mampu bersaing di tingkat internasional. Penghargaan yang diraih menjadi bukti kualitas akademik, inovasi, dan kemampuan komunikasi ilmiah mahasiswa yang terus kami dorong untuk berkembang,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi serta berani mengikuti berbagai ajang ilmiah berskala nasional maupun internasional.
Pendampingan Intensif dari Dosen
Kesuksesan tim DME Plant Concat tidak diraih secara instan. Selama proses persiapan kompetisi, para mahasiswa mendapatkan pendampingan intensif dari dosen pembimbing, yakni Dr. Heri Septya Kusuma, S.Si., M.T., bersama Vico Kurniawan Susditianto, S.T.
Pendampingan dilakukan mulai dari penyusunan konsep desain pabrik, penyempurnaan analisis teknis, penguatan argumentasi ilmiah, hingga latihan presentasi secara berulang.
Melalui proses tersebut, mahasiswa dibiasakan untuk berpikir secara kritis dalam mengambil setiap keputusan teknis yang berkaitan dengan rancangan pabrik.
Selain memperdalam materi, para pembimbing juga membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sehingga peserta mampu menjelaskan hasil kajian secara profesional.
Hasil dari Proses Belajar yang Disiplin
Dr. Heri Septya Kusuma menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang berlangsung secara disiplin, konsisten, dan kolaboratif.
Menurutnya, kompetisi desain pabrik tidak hanya menguji kemampuan menghitung atau menyusun rancangan, tetapi juga kemampuan mempertanggungjawabkan setiap keputusan teknis yang diambil.
“Kami tidak hanya melatih mahasiswa menyusun desain pabrik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan teknis. Penghargaan Best Presentation menjadi bukti bahwa mereka mampu menguasai substansi sekaligus menyampaikannya secara profesional,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan mahasiswa lahir dari proses pembelajaran yang menyeluruh, bukan sekadar mengejar hasil akhir kompetisi.
Kompetisi sebagai Sarana Pengembangan Kompetensi
Ajang International Plant Design Chemical Engineering Competition merupakan salah satu kompetisi yang mempertemukan mahasiswa teknik kimia dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang sebuah pabrik kimia.
Dalam kompetisi ini, peserta dituntut menyusun desain yang tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi, keselamatan kerja, efisiensi energi, hingga dampak lingkungan.
Karena itu, kompetisi menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan kemampuan analisis, kerja sama tim, penyelesaian masalah, serta komunikasi ilmiah.
Pengalaman mengikuti ajang internasional juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memahami standar industri global.
Menjadi Motivasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi yang diraih tim DME Plant Concat diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta maupun perguruan tinggi lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara apabila didukung oleh proses pembelajaran yang baik, pembimbing yang kompeten, serta semangat belajar yang tinggi.
Di sisi lain, capaian ini juga memperkuat reputasi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai salah satu institusi yang mampu melahirkan lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia industri maupun akademik internasional.
Dengan torehan dua penghargaan pada IPDCEC 2026, tim DME Plant Concat tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi, kerja keras, dan kolaborasi merupakan kunci untuk meraih keberhasilan di panggung global.











