PortalMahasiswa.com | Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan skema fleksibilitas studi melalui program terpadu jenjang S1 hingga S2 yang dapat ditempuh dalam waktu sepuluh semester. Program ini ditawarkan kepada mahasiswa angkatan 2025 dan 2026 sebagai salah satu upaya ITB dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Irwan Meilano, menjelaskan bahwa mahasiswa yang diterima di ITB dapat langsung memilih skema tersebut sejak awal perkuliahan. “Mahasiswa ketika diterima di ITB bisa langsung memilih program itu, nanti bisa daftar ulang lagi di semester 3 atau 5,” katanya pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pada tahap pendaftaran ulang di semester ketiga atau kelima, mahasiswa diberi kesempatan untuk menegaskan pilihannya, apakah tetap mengikuti jalur S1-S2 atau melanjutkan sebagai mahasiswa S1 reguler dengan masa studi delapan semester.
Meski masa studi program S1-S2 berlangsung hingga sepuluh semester, jumlah satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh tetap mengacu pada ketentuan jalur reguler. Untuk jenjang sarjana, beban studi tetap 144 SKS, sedangkan jenjang magister sekitar 45 SKS. “Jadi SKS tidak dikurangi tapi mereka bisa mengambil mata kuliah S2 dicicil dari semester lima,” ujar Irwan.
Lebih lanjut, mahasiswa yang memilih program terpadu ini juga memiliki peluang untuk menempuh studi lintas bidang. Sebagai contoh, mahasiswa S1 Geodesi atau Matematika dapat melanjutkan ke program S2 Informatika. “Secara kurikulum itu memungkinkan,” kata Irwan.
Menurutnya, kurikulum ITB saat ini dirancang semakin fleksibel dengan mengusung semangat “setiap mahasiswa bisa mendesain masa depannya sendiri”. Pendekatan ini diambil karena ITB menyadari bahwa di era teknologi kecerdasan buatan (AI), lanskap dunia kerja terus berubah secara dinamis.
ITB pun mendorong agar lulusannya memiliki kemampuan bekerja secara multidisiplin lintas keilmuan. “Pekerjaan yang nanti ada setelah mereka lulus bisa jadi adalah pekerjaan yang belum ada sekarang, atau kebalikannya, pekerjaan yang ada sekarang nanti tidak ada,” ujar Irwan.
Selain penguatan kurikulum, ITB juga menjalin kerja sama dengan mitra industri. Melalui kolaborasi ini, lulusan program S1-S2 diharapkan dapat bekerja setelah meraih gelar sarjana, sembari tetap menyelesaikan studi magister. Topik tesis pun dapat diarahkan pada solusi atas permasalahan nyata di tempat kerja masing-masing.
Sumber Berita: tempo.co











