Portalmahasiswa—Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang menyasar ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Bekasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
Akademisi FEB UI, Dwini Handayani, menjelaskan bahwa perempuan memegang posisi kunci sebagai garda terdepan dalam mengelola sampah domestik. Peran tersebut dinilai strategis karena beririsan langsung dengan kebiasaan rumah tangga sehari-hari.
“Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular. Edukasi yang berkelanjutan akan membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah bagi mereka,” kata dosen FEB UI.
Program yang berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025, ini berfokus pada optimalisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik dari sumber rumah tangga. Inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya volume sampah di Kota Bekasi yang pada 2024 tercatat menembus angka lebih dari 614 ribu ton.
Secara nasional, limbah rumah tangga juga menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 50,71 persen. Kondisi ini mendorong tim lintas fakultas Universitas Indonesia—yang melibatkan FEB, FISIP, dan SPPB—untuk meluncurkan Program Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini.
Ketua RW 02 Bojong Menteng, Dain Santoso, menilai program edukasi tersebut mampu menumbuhkan nalar kewirausahaan di tengah masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat dapat mengubah limbah yang sebelumnya tak bernilai menjadi produk kreatif dengan nilai jual.
“Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” kata Dain.
Selama program berjalan, para peserta memperoleh beragam pelatihan, baik praktis maupun manajerial. Di antaranya adalah pelatihan pemanfaatan limbah, seperti mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik serta mengubah kemasan saset bekas menjadi anyaman bernilai seni. Selain itu, dilakukan pula penguatan unit bank sampah melalui pendampingan pembentukan dan tata kelola di tingkat lokal.
Aspek pemasaran juga menjadi perhatian, dengan pendampingan branding dan penguatan identitas produk daur ulang agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Tak hanya itu, program ini turut mendorong advokasi regulasi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Dengan pelatihan ini, ibu-ibu kini dapat menabung sampah yang bisa didaur ulang, sehingga menghasilkan nilai ekonomi tambahan bagi keluarga,” kata Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera, Apriliawati.
Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12). Melalui pendekatan ekonomi sirkular, perempuan didorong tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan bagi lingkungan dan ekonomi lokal.
Sumber Berita: antaranews.com











