PKUB Kemenag Luncurkan Outlook Kerukunan 2026, Tegaskan Kerukunan sebagai Fondasi Bangsa

Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi dan wawancara untuk menganalisis kebijakan kerukunan umat beragama Kemenag RI.

ikon kampus daily

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portalmahasiswa.com | Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menggelar Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membaca arah kebijakan kerukunan nasional sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam menjaga harmoni sosial di tengah kemajemukan Indonesia.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, salah satunya Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Muhammad Ishom. Dalam forum itu, Prof. Ishom menegaskan bahwa keberagaman budaya, tradisi, dan agama bukan sekadar realitas sosial, melainkan identitas dasar bangsa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap keberagaman menjadi kunci utama dalam merawat persatuan nasional. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat ketaatan beragama tertinggi di dunia. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan sikap toleran dan semangat hidup rukun antarumat beragama.

“Indonesia termasuk tiga besar negara dengan tingkat ketaatan beragama tertinggi. Karena itu, toleransi dan kerukunan harus terus dirawat melalui pendidikan serta keteladanan para tokoh agama,” ujar Prof. Ishom.

Ia menyatakan dukungannya terhadap ajakan PKUB Kemenag agar momentum menjelang akhir 2025 dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama. Refleksi tersebut dinilai penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan di tengah dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat.

Baca Juga :  107 Dosen UIN KHAS Jember Lulus Sertifikasi Pendidik PTKI Tahun 2025

Kiai asal Cengkareng, Jakarta Barat, itu juga menyebut kerukunan umat beragama sebagai modal sosial paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Kerukunan, menurutnya, merupakan fondasi utama bagi terciptanya kedamaian, stabilitas, serta keberlanjutan pembangunan nasional.

“Tanpa kerukunan, kemajuan bangsa akan sulit dicapai. Menjaga harmoni antarumat beragama adalah tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala PKUB Kemenag RI, Muhammad Adib Abdusshomad, menjelaskan bahwa Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 disusun sebagai instrumen kebijakan berbasis data, riset, dan analisis sosial. Dokumen tersebut dirancang untuk menjadi rujukan strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Outlook ini diharapkan menjadi pedoman dalam merancang program penguatan kerukunan umat beragama yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan zaman,” kata Adib.

Ia menambahkan bahwa proses diseminasi melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial-keagamaan. Peserta kegiatan berasal dari kalangan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para penyuluh agama, hingga perwakilan komunitas lintas iman dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Gerakan Sosial Keagamaan: Dari Nilai Iman ke Aksi Sosial Nyata

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menekankan tingginya tingkat kemajemukan Indonesia. Menurutnya, keberagaman agama, budaya, dan etnis menuntut pengelolaan kerukunan yang sistematis dan berkelanjutan. Salah satu langkah penting yang perlu diperkuat adalah mekanisme deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berbasis keagamaan.

“Kerukunan tidak cukup dibicarakan dalam tataran teologis. Kerukunan harus hadir dalam aksi sosial nyata yang mendorong keadilan, solidaritas, dan kerja sama lintas iman,” ujar Kamaruddin.

Dari sisi tantangan baru, Koordinator Staf Khusus Kementerian Agama, Ismail Cawidu, menyoroti dampak era digital terhadap relasi antarumat beragama. Ia menilai rendahnya literasi digital masyarakat membuka ruang bagi penyebaran misinformasi dan disinformasi yang berpotensi memicu konflik.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan, termasuk teknologi manipulasi gambar dan video, dapat memperbesar risiko kesalahpahaman di tengah masyarakat apabila tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

Sebagai informasi, Diseminasi Outlook Kerukunan Umat Beragama 2026 merupakan bagian dari strategi nasional PKUB Kemenag RI. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut rekomendasi Rapat Kerja Kementerian Agama yang menekankan pentingnya langkah sistematis dalam menyiapkan umat beragama agar mampu menghadapi tantangan masa depan secara moderat, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.

 

Sumber Berita: viva.co.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Universitas Islam Bogor Selenggarakan UIB Future Leader Angkatan Perdana
UIN KHAS Jember Petakan Kompetensi Digital Tendik untuk Perkuat Layanan Kampus
Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Universitas Islam Bogor Selenggarakan UIB Future Leader Angkatan Perdana

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:35 WIB

UIN KHAS Jember Petakan Kompetensi Digital Tendik untuk Perkuat Layanan Kampus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi

Berita Terbaru