Cara Kita Berbicara, Cara Kita Dipahami

Brigita Peni (Mahasiswa Prodi Ilmu komunikasi Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas pamulang)

ikon kampus daily

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POrtal Mahasiswa | Pernahkah kita merasa sudah menjelaskan sesuatu dengan sangat jelas, tetapi lawan bicara justru menangkap makna yang berbeda? Atau mungkin kita pernah salah memahami pesan yang dikirim melalui WhatsApp karena tidak mengetahui nada bicara atau maksud sebenarnya dari pengirim. Situasi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan kata-kata, melainkan memastikan pesan dapat dipahami dengan baik oleh orang lain.

Dalam Teori Komunikasi Verbal, komunikasi dipahami sebagai proses penyampaian pesan menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Bentuk komunikasi ini menjadi yang paling sering digunakan manusia untuk menyampaikan informasi, gagasan, perasaan, hingga membangun hubungan sosial. Meskipun terlihat sederhana, komunikasi verbal memiliki peran yang sangat besar karena hampir seluruh aktivitas manusia bergantung pada kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.

Keberhasilan komunikasi verbal tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kata yang diucapkan, tetapi juga oleh pemilihan kata dan bahasa yang digunakan. Dalam materi Teori Komunikasi Verbal dijelaskan bahwa kata merupakan lambang terkecil yang memiliki makna, sedangkan bahasa merupakan sistem lambang yang memungkinkan manusia saling memahami. Oleh karena itu, seseorang harus mampu memilih kata yang tepat agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga :  IUQI Book Fair 2026 Hadirkan 100 Ribu Buku dan Ragam Workshop Literasi

Hal tersebut dapat dikaitkan dengan Hipotesis Sapir-Whorf yang menjelaskan bahwa bahasa memengaruhi cara seseorang memahami dan memandang suatu peristiwa. Teori ini menunjukkan bahwa bahasa bukan hanya alat untuk berbicara, tetapi juga membentuk cara berpikir seseorang. Itulah sebabnya dua orang yang menerima pesan yang sama belum tentu memiliki pemahaman yang sama apabila penggunaan bahasanya kurang jelas atau memiliki makna ganda.

Contoh sederhana dapat ditemukan dalam kehidupan mahasiswa. Saat dosen memberikan tugas kelompok, setiap anggota biasanya berdiskusi secara langsung maupun melalui grup WhatsApp. Terkadang instruksi sebenarnya sudah disampaikan dengan lengkap, tetapi karena ada anggota yang hanya membaca sekilas atau menafsirkan kata-kata secara berbeda, akhirnya muncul kesalahan dalam pembagian tugas atau hasil pekerjaan. Padahal, masalah tersebut dapat diminimalkan apabila setiap anggota memahami isi pesan dan berani meminta penjelasan ketika ada informasi yang belum jelas.

Selain pemilihan kata, modul juga menjelaskan bahwa komunikasi verbal dipengaruhi oleh beberapa karakteristik, seperti intonasi, kecepatan berbicara, serta penggunaan makna denotatif dan konotatif. Intonasi yang tepat dapat membantu memperjelas maksud pembicara, sedangkan kecepatan berbicara yang sesuai membuat lawan bicara lebih mudah memahami isi pesan. Dalam komunikasi tertulis, pemilihan kata yang sederhana dan tidak menimbulkan makna ganda juga menjadi faktor penting agar informasi dapat diterima sesuai tujuan.

Baca Juga :  Krisis Komunikasi Tatap Muka di Kalangan Generasi Z

Di era digital saat ini, kemampuan berkomunikasi secara verbal justru semakin dibutuhkan. Meskipun teknologi memudahkan kita untuk mengirim pesan kapan saja, bukan berarti komunikasi otomatis menjadi efektif. Banyak konflik kecil di media sosial maupun aplikasi percakapan muncul karena perbedaan penafsiran terhadap kata-kata yang digunakan. Oleh sebab itu, setiap orang perlu lebih bijak dalam memilih bahasa, menyesuaikan cara berbicara dengan situasi, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan benar-benar dipahami oleh penerimanya.

Pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan diukur dari seberapa banyak kita berbicara, melainkan dari seberapa baik orang lain memahami apa yang kita sampaikan. Memahami konsep komunikasi verbal membuat kita menyadari bahwa setiap kata memiliki makna dan setiap cara penyampaian akan memengaruhi pemahaman orang lain. Karena itu, membiasakan diri menggunakan bahasa yang jelas, sopan, dan sesuai konteks merupakan langkah sederhana untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan Riset Operasi Dalam Menentukan Lokasi Usaha Yang Optimal
Pendidikan Karakter Tidak Bisa Digantikan oleh Media Massa
Realitas yang Dibentuk Layar: Relevansi Teori Kultivasi di Era Digital
Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati
Menurunnya Investasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Nasional
Daya Beli Masyarakat Melemah, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tertahan
4 Aspek Kritis Security Awareness: Evolusi dari Manual ke Integrasi Teknologi
Peringatan Hari Buruh: Realitas Buruh Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Kebijakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Penerapan Riset Operasi Dalam Menentukan Lokasi Usaha Yang Optimal

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:26 WIB

Pendidikan Karakter Tidak Bisa Digantikan oleh Media Massa

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:11 WIB

Realitas yang Dibentuk Layar: Relevansi Teori Kultivasi di Era Digital

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:11 WIB

Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:13 WIB

Menurunnya Investasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru