Portalmahasiswa.com |- Kementerian pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat. Semangat inilah yang terus diwujudkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, tim ITB melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Mentawai untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sekaligus menyusun langkah strategis bagi kerja sama pada masa mendatang. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
ITB Perkuat Komitmen Membangun Kepulauan Mentawai
Dalam pertemuan bersama Bupati Kepulauan Mentawai dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tim ITB memaparkan berbagai capaian pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir.
Sejak 2021 hingga 2026, ITB telah menjalankan sekitar 17 program pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai Rp2,4 miliar. Berbagai program tersebut mencakup sektor pendidikan, infrastruktur, energi, kesehatan, teknologi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap pembangunan daerah.
Pembangunan Dermaga Jadi Salah Satu Program Unggulan
Salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah pembangunan dermaga sederhana yang dirancang oleh dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D.
Keberadaan dermaga tersebut dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
Keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset dan keahlian akademisi dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah kepulauan.
Bupati Kepulauan Mentawai pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi ITB dan berharap kerja sama kedua belah pihak terus berkembang melalui berbagai program baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus Pertama: Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Salah satu prioritas yang dibahas dalam pertemuan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Pemkab Kepulauan Mentawai berharap ITB dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tingkat SMP dan SMA agar lulusan daerah memiliki daya saing lebih tinggi ketika melanjutkan pendidikan ke Kota Padang maupun berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, khususnya ITB.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan adanya program afirmasi bagi siswa berprestasi asal Mentawai melalui mekanisme kerja sama resmi berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) maupun Nota Kesepahaman (MoU).
Tidak hanya menyasar peserta didik, peningkatan kapasitas guru juga menjadi perhatian utama. Program pelatihan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan seperti yang sebelumnya dipandu oleh Prof. Dr. M. Salman A.N., S.Si., M.Si. diharapkan dapat terus berlanjut.
Menata Pariwisata Melalui Master Plan
Kepulauan Mentawai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia, terutama untuk wisata bahari dan selancar.
Karena itu, Pemkab berharap ITB dapat mendampingi penyusunan master plan tata ruang wilayah yang mampu mengakomodasi pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Perencanaan tersebut mencakup pembangunan kawasan resort, hotel, infrastruktur pendukung, sistem transportasi, hingga pengaturan kawasan agar perkembangan pariwisata tidak berlangsung secara sporadis dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Dengan tata ruang yang baik, potensi wisata Mentawai diharapkan berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Pengembangan Infrastruktur dan Energi Terbarukan
Sektor infrastruktur juga menjadi fokus penting dalam pembahasan kerja sama.
Untuk mendukung sektor pertanian, Pemkab Mentawai mengusulkan penerapan teknologi pompa hidram yang dikembangkan oleh Dr.Eng. Ir. Yuli Setyo Indartono, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB.
Teknologi tersebut mampu mengalirkan air menuju lahan pertanian yang berada di dataran lebih tinggi tanpa menggunakan energi listrik karena memanfaatkan gaya gravitasi.
Selain itu, alternatif penggunaan pompa berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga akan dikaji sebagai solusi irigasi yang lebih ramah lingkungan.
Di sektor energi, Pemkab juga berharap pengembangan PLTS dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Sementara itu, tingginya biaya pengiriman material bangunan dari Padang mendorong perlunya penelitian mengenai pemanfaatan bahan galian lokal, termasuk teknologi cairan pengeras tanah yang mampu mengurangi penggunaan semen dan aspal.
Mengoptimalkan Potensi Lokal
Mentawai memiliki sumber daya alam yang sangat besar.
Sekitar 60 persen produksi rotan di Sumatera Barat berasal dari wilayah Kepulauan Mentawai. Karena itu, pemerintah daerah tertarik mengadopsi teknologi alat pengering rotan yang telah dikembangkan ITB guna meningkatkan kualitas hasil produksi.
Selain rotan, teknologi cold storage juga menjadi salah satu prioritas untuk menjaga kualitas hasil pertanian dan perikanan agar memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi.
Pada sektor ekonomi kreatif, pengembangan produk suvenir khas Mentawai juga dibahas sebagai strategi memperkuat industri pariwisata berbasis budaya lokal.
Digitalisasi, Kesehatan, dan Mitigasi Bencana
Transformasi digital turut menjadi bagian dari rencana kolaborasi.
Pemkab Kepulauan Mentawai mengusulkan penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk sistem pembayaran pajak yang lebih efektif dan transparan.
Pada sektor kesehatan, dikembangkan gagasan layanan konsultasi medis jarak jauh atau telemedicine yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi digital. Program ini akan didukung dengan penguatan jaringan internet di wilayah kepulauan.
Di bidang kelautan, keahlian para akademisi ITB dalam oseanografi diharapkan mampu membantu pengelolaan kawasan pesisir, pengendalian penambangan pasir pantai, hingga penyusunan strategi mitigasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami.
Program Pengabdian yang Terus Berjalan
Kolaborasi ITB bersama Kepulauan Mentawai tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Saat ini sejumlah dosen masih menjalankan program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
Di antaranya Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Kimia ITB bersama Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, M.Sc. dari Kelompok Keahlian Oseanografi ITB yang tengah mengembangkan teknologi pemisahan air laut menjadi garam sekaligus air bersih siap minum.
Inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan air bersih yang selama ini masih dihadapi masyarakat kepulauan.
Selain itu, penguatan riset dan inovasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kepulauan Mentawai juga akan terus dikembangkan melalui kemitraan bersama ITB.
Sinergi Kampus dan Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kerja sama antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan daerah.
Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, berbagai solusi yang ditawarkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan infrastruktur, energi terbarukan, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Mentawai. Dengan sinergi yang terus diperkuat, kolaborasi antara ITB dan Pemkab Kepulauan Mentawai diharapkan mampu menjadi model pembangunan daerah yang mengedepankan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sumber Berita: itb.ac.id











