17 Program Senilai Rp2,4 Miliar, ITB Terus Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Kepulauan Mentawai

ikon kampus daily

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. itb.ac.id

dok. itb.ac.id

Portalmahasiswa.com |- Kementerian pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat. Semangat inilah yang terus diwujudkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai.

Pada Rabu, 24 Juni 2026, tim ITB melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Mentawai untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sekaligus menyusun langkah strategis bagi kerja sama pada masa mendatang. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

ITB Perkuat Komitmen Membangun Kepulauan Mentawai

Dalam pertemuan bersama Bupati Kepulauan Mentawai dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tim ITB memaparkan berbagai capaian pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama lima tahun terakhir.

Sejak 2021 hingga 2026, ITB telah menjalankan sekitar 17 program pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai Rp2,4 miliar. Berbagai program tersebut mencakup sektor pendidikan, infrastruktur, energi, kesehatan, teknologi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap pembangunan daerah.

Pembangunan Dermaga Jadi Salah Satu Program Unggulan

Salah satu program yang mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah pembangunan dermaga sederhana yang dirancang oleh dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D.

Keberadaan dermaga tersebut dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

Keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset dan keahlian akademisi dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah kepulauan.

Bupati Kepulauan Mentawai pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi ITB dan berharap kerja sama kedua belah pihak terus berkembang melalui berbagai program baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Eksplorasi Seni Kontemporer Mahasiswa ITB dalam Pameran “Nice!” di Bandung

Fokus Pertama: Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Salah satu prioritas yang dibahas dalam pertemuan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Pemkab Kepulauan Mentawai berharap ITB dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan tingkat SMP dan SMA agar lulusan daerah memiliki daya saing lebih tinggi ketika melanjutkan pendidikan ke Kota Padang maupun berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, khususnya ITB.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan adanya program afirmasi bagi siswa berprestasi asal Mentawai melalui mekanisme kerja sama resmi berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) maupun Nota Kesepahaman (MoU).

Tidak hanya menyasar peserta didik, peningkatan kapasitas guru juga menjadi perhatian utama. Program pelatihan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan seperti yang sebelumnya dipandu oleh Prof. Dr. M. Salman A.N., S.Si., M.Si. diharapkan dapat terus berlanjut.

Menata Pariwisata Melalui Master Plan

Kepulauan Mentawai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia, terutama untuk wisata bahari dan selancar.

Karena itu, Pemkab berharap ITB dapat mendampingi penyusunan master plan tata ruang wilayah yang mampu mengakomodasi pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Perencanaan tersebut mencakup pembangunan kawasan resort, hotel, infrastruktur pendukung, sistem transportasi, hingga pengaturan kawasan agar perkembangan pariwisata tidak berlangsung secara sporadis dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Dengan tata ruang yang baik, potensi wisata Mentawai diharapkan berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Pengembangan Infrastruktur dan Energi Terbarukan

Sektor infrastruktur juga menjadi fokus penting dalam pembahasan kerja sama.

Untuk mendukung sektor pertanian, Pemkab Mentawai mengusulkan penerapan teknologi pompa hidram yang dikembangkan oleh Dr.Eng. Ir. Yuli Setyo Indartono, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB.

Teknologi tersebut mampu mengalirkan air menuju lahan pertanian yang berada di dataran lebih tinggi tanpa menggunakan energi listrik karena memanfaatkan gaya gravitasi.

Selain itu, alternatif penggunaan pompa berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga akan dikaji sebagai solusi irigasi yang lebih ramah lingkungan.

Di sektor energi, Pemkab juga berharap pengembangan PLTS dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Sementara itu, tingginya biaya pengiriman material bangunan dari Padang mendorong perlunya penelitian mengenai pemanfaatan bahan galian lokal, termasuk teknologi cairan pengeras tanah yang mampu mengurangi penggunaan semen dan aspal.

Mengoptimalkan Potensi Lokal

Mentawai memiliki sumber daya alam yang sangat besar.

Baca Juga :  Bencana Sumatera: 60 Perguruan Tinggi Rusak, 18 Ribu Lebih Mahasiswa Terdampak

Sekitar 60 persen produksi rotan di Sumatera Barat berasal dari wilayah Kepulauan Mentawai. Karena itu, pemerintah daerah tertarik mengadopsi teknologi alat pengering rotan yang telah dikembangkan ITB guna meningkatkan kualitas hasil produksi.

Selain rotan, teknologi cold storage juga menjadi salah satu prioritas untuk menjaga kualitas hasil pertanian dan perikanan agar memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi.

Pada sektor ekonomi kreatif, pengembangan produk suvenir khas Mentawai juga dibahas sebagai strategi memperkuat industri pariwisata berbasis budaya lokal.

Digitalisasi, Kesehatan, dan Mitigasi Bencana

Transformasi digital turut menjadi bagian dari rencana kolaborasi.

Pemkab Kepulauan Mentawai mengusulkan penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk sistem pembayaran pajak yang lebih efektif dan transparan.

Pada sektor kesehatan, dikembangkan gagasan layanan konsultasi medis jarak jauh atau telemedicine yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi digital. Program ini akan didukung dengan penguatan jaringan internet di wilayah kepulauan.

Di bidang kelautan, keahlian para akademisi ITB dalam oseanografi diharapkan mampu membantu pengelolaan kawasan pesisir, pengendalian penambangan pasir pantai, hingga penyusunan strategi mitigasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami.

Program Pengabdian yang Terus Berjalan

Kolaborasi ITB bersama Kepulauan Mentawai tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Saat ini sejumlah dosen masih menjalankan program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

Di antaranya Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Kimia ITB bersama Dr. Lamona Irmudyawati Bernawis, M.Sc. dari Kelompok Keahlian Oseanografi ITB yang tengah mengembangkan teknologi pemisahan air laut menjadi garam sekaligus air bersih siap minum.

Inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan air bersih yang selama ini masih dihadapi masyarakat kepulauan.

Selain itu, penguatan riset dan inovasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kepulauan Mentawai juga akan terus dikembangkan melalui kemitraan bersama ITB.

Sinergi Kampus dan Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kerja sama antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan daerah.

Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, berbagai solusi yang ditawarkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan infrastruktur, energi terbarukan, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, seluruh program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Mentawai. Dengan sinergi yang terus diperkuat, kolaborasi antara ITB dan Pemkab Kepulauan Mentawai diharapkan mampu menjadi model pembangunan daerah yang mengedepankan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber Berita: itb.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Keluarga Sakinah, FH UNY dan ‘Aisyiyah Sewon Utara Gelar Edukasi KDRT
PKKMB UNTIRTA 2026 Resmi Dimulai, Jawara Muda Dibekali Nilai Kampus hingga Literasi Teknologi
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Tim IPB Temukan Prediksi Fenomena Kuantum Baru dari Celah Ganda
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
KKNT IPB Perkuat Perhutanan Sosial Lewat Agroforestri dan Pemberdayaan Petani Hutan
Banggakan Indonesia, Tim Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta Borong Dua Penghargaan di IPDCEC 2026

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Perkuat Keluarga Sakinah, FH UNY dan ‘Aisyiyah Sewon Utara Gelar Edukasi KDRT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PKKMB UNTIRTA 2026 Resmi Dimulai, Jawara Muda Dibekali Nilai Kampus hingga Literasi Teknologi

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Tim IPB Temukan Prediksi Fenomena Kuantum Baru dari Celah Ganda

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital

Berita Terbaru