Strategi Manajemen Risiko Holistik pada Departemen Engineering di Industri Perhotelan

Arieanto M (Mahasiswa Universitas Pamulang)

ikon kampus daily

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Departemen engineering dalam industri perhotelan memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kelangsungan operasional hotel. Sistem kelistrikan, HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), plumbing, lift, fire safety system, genset, hingga sistem keamanan gedung merupakan aset kritis yang harus berfungsi tanpa gangguan. Kegagalan pada salah satu sistem tersebut dapat menyebabkan gangguan layanan, kerugian finansial, penurunan kepuasan tamu, bahkan risiko keselamatan yang serius.

Strategi manajemen risiko holistik menjadi pendekatan penting untuk memastikan seluruh aset engineering dapat dikelola secara optimal. Manajemen risiko tidak hanya berfokus pada penanganan kerusakan, tetapi juga pada identifikasi potensi risiko sejak dini, analisis dampak, serta mitigasi berkelanjutan. ISO 31000:2018 menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko guna mendukung pencapaian tujuan organisasi .

Dalam konteks hotel, langkah pertama adalah identifikasi aset kritis. Engineering department harus memiliki inventaris lengkap seluruh peralatan beserta tingkat prioritasnya. Misalnya, genset cadangan memiliki tingkat kritis yang tinggi karena berhubungan langsung dengan kontinuitas operasional saat terjadi pemadaman listrik. Sistem fire alarm dan sprinkler juga masuk kategori prioritas utama karena menyangkut keselamatan jiwa.

Baca Juga :  Etika Berbicara, Bisnis Berkembang: Koneksi Tak Terbantahkan antara Komunikasi dan Kepercayaan

Langkah kedua adalah analisis probabilitas dan dampak risiko. Setiap aset dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya kerusakan dan besarnya dampak terhadap operasional hotel. Pendekatan ini dikenal sebagai Risk-Based Maintenance (RBM), yaitu strategi pemeliharaan yang memprioritaskan kegiatan berdasarkan tingkat risiko kegagalan aset . Dengan demikian, sumber daya engineering dapat dialokasikan secara lebih efektif.

Selanjutnya, preventive maintenance menjadi strategi utama. Preventive maintenance adalah pemeliharaan terjadwal untuk mencegah kerusakan sebelum terjadi gangguan serius. Kegiatan ini meliputi inspeksi rutin, pelumasan, penggantian komponen aus, kalibrasi alat, dan pengujian sistem keselamatan. Pendekatan ini terbukti mampu mengurangi downtime tidak terduga, memperpanjang umur aset, menekan biaya perbaikan darurat, dan meningkatkan keselamatan kerja .

Selain preventive maintenance, predictive maintenance juga semakin relevan di hotel modern. Dengan dukungan sensor IoT dan pemantauan real-time, kondisi aset seperti suhu mesin, tekanan, getaran, dan konsumsi energi dapat dipantau secara berkelanjutan. Sistem ini memberikan peringatan dini sebelum terjadi kegagalan besar, sehingga keputusan perbaikan dapat dilakukan berbasis data, bukan asumsi .

Aspek penting lainnya adalah standar operasional prosedur (SOP) dan pelatihan SDM. Teknologi yang baik tidak akan efektif tanpa personel yang kompeten. Tim engineering harus memiliki SOP yang jelas untuk emergency response, shutdown system, fire drill, serta penanganan insiden teknis. Pelatihan berkala meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga :  UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya

Evaluasi berkelanjutan juga wajib dilakukan melalui indikator seperti Mean Time Between Failures (MTBF), downtime rate, maintenance cost, dan guest complaint terkait fasilitas. KPI ini membantu manajemen menilai efektivitas strategi yang diterapkan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Dengan penerapan strategi manajemen risiko holistik, departemen engineering tidak lagi berfungsi sebagai unit perbaikan semata, melainkan sebagai pilar strategis yang menjaga kesinambungan bisnis hotel. Pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara efisiensi operasional, perlindungan aset, keselamatan tamu, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

 

Referensi

  1. International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 Risk Management Guidelines.
  2. Leoni, L. (2021). On Risk-Based Maintenance: A Comprehensive Review. Reliability Engineering & System Safety.
  3. Shell Indonesia. (2025). Pentingnya Preventive Maintenance dalam Bisnis Operasional.
  4. HashMicro Indonesia. (2025). Strategi Predictive Maintenance: Panduan Lengkap & Solusi Aset.
  5. Koneksi.co. (2025). Strategi Preventive Maintenance: Panduan ROI & Efisiensi Aset.
  6. Fiqry Training Certification. (2025). Strategi Maintenance Berbasis Risiko.

 

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami
Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital
Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar
Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional
UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya
Berbagai Isu Global dalam Perspektif Ekonommi, Sosial dan Lingkungan
Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial
Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi Perusahaan?

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:36 WIB

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:31 WIB

Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 21:34 WIB

Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar

Senin, 22 Juni 2026 - 17:07 WIB

Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 05:46 WIB

UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya

Berita Terbaru