Maskam UGM Salurkan Beasiswa Sejak 2008, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu Sekaligus Cetak Relawan Sosial

ikon kampus daily

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.ugm.ac.id

dok.ugm.ac.id

Portalmahasiswa – Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (Maskam UGM) tidak hanya menjadi pusat ibadah dan pengembangan ilmu keislaman. Melalui Rumah Zakat Infaq Sedekah (RZIS) Universitas Gadjah Mada, masjid kampus ini juga menjalankan misi sosial dengan membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Sejak berdiri pada 2008, RZIS UGM secara konsisten mengelola program beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan biaya hidup, tetapi juga membentuk karakter penerima melalui kegiatan kerelawanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Berawal dari Kepedulian terhadap Mahasiswa Kurang Mampu

Wakil Direktur sekaligus Manajer Operasional RZIS UGM, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA., menjelaskan bahwa program beasiswa lahir dari kepedulian terhadap mahasiswa penerima Bidikmisi yang kini dikenal sebagai KIP Kuliah—yang saat itu hanya memperoleh pembebasan biaya pendidikan tanpa dukungan biaya hidup.

“Pada tahun 2008 banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu berhasil masuk UGM, tetapi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari situlah Rektor UGM saat itu, almarhum Prof. Dr. Sukadji, bersama Prof. Ainun Na’im menginisiasi pembentukan lembaga zakat di UGM,” ujar Taufik.

Di bawah naungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, RZIS UGM menghimpun dana zakat dari dosen, tenaga kependidikan, alumni, masyarakat umum, hingga jamaah Masjid Kampus UGM. Selama hampir dua dekade, program tersebut terus berjalan tanpa terputus.

Baca Juga :  PCINU Tiongkok Buka Beasiswa ke China untuk Santri NU

Bantu Sekitar 200 Mahasiswa Setiap Semester

Setiap semester, RZIS UGM rata-rata menyalurkan bantuan kepada sekitar 200 mahasiswa. Jumlah penerima tidak ditentukan berdasarkan kuota tetap, melainkan menyesuaikan besarnya dana zakat yang berhasil dihimpun.

“Semakin besar dana zakat yang terkumpul, semakin banyak mahasiswa yang dapat kami bantu,” kata Taufik.

Persyaratan beasiswa pun dibuat sederhana agar mudah diakses. Mahasiswa aktif jenjang sarjana maupun diploma empat hanya perlu menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tidak ada syarat indeks prestasi kumulatif (IPK) maupun batas semester.

Menurut Taufik, pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh kesempatan melanjutkan studi.

Tak Sekadar Beasiswa, Mahasiswa Didorong Menjadi Relawan

Yang membedakan program RZIS UGM dengan beasiswa lainnya adalah keterlibatan aktif para penerima sebagai relawan sosial. Mahasiswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diajak turun langsung melayani masyarakat.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi penerima manfaat. Mereka juga kami dorong menjadi relawan sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat melalui tenaga, waktu, dan kepedulian yang mereka miliki,” jelasnya.

Para relawan secara rutin mengunjungi keluarga penerima bantuan untuk menyalurkan paket sembako sekaligus memantau kondisi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Jika ditemukan kebutuhan khusus, seperti kursi roda, alat bantu dengar, kepesertaan BPJS, maupun rujukan ke Rumah Sakit Akademik UGM, relawan akan melaporkannya agar segera ditindaklanjuti.

“Kami ingin mahasiswa belajar langsung memahami kondisi masyarakat. Kalau ditemukan kebutuhan khusus, misalnya kursi roda, alat bantu dengar, BPJS, atau rujukan ke Rumah Sakit Akademik UGM, relawan akan melaporkan kepada kami agar dapat ditindaklanjuti,” tutur Taufik.

Baca Juga :  Kolaborasi UGM–RWTH Aachen Diperluas untuk Riset Berkelanjutan

Hadirkan Program Rescue hingga Dorong UMKM Lokal

Selain beasiswa reguler, RZIS UGM juga menjalankan Program Rescue bagi mahasiswa yang masa bantuan KIP Kuliahnya telah berakhir, tetapi belum menyelesaikan studi.

Besaran bantuan yang diberikan bervariasi. Mahasiswa penerima KIP Kuliah memperoleh tambahan biaya hidup sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per bulan, sedangkan penerima beasiswa reguler menerima bantuan sekitar Rp350.000 hingga Rp500.000 per bulan selama satu semester. Perpanjangan bantuan dilakukan melalui evaluasi sederhana menggunakan Kartu Hasil Studi (KHS).

Tak hanya itu, RZIS UGM juga menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kondisi darurat, seperti musibah, kebutuhan biaya pulang kampung, hingga persoalan pinjaman daring.

Dalam penyaluran bantuan sosial, RZIS menerapkan pendekatan pemberdayaan ekonomi. Paket sembako dibeli dari warung dan toko kecil di sekitar tempat tinggal penerima manfaat sehingga dana zakat turut menggerakkan perekonomian lokal dan mendukung pelaku UMKM.

Siapkan Lembaga Wakaf dan Perluas Dukungan Mahasiswa

Ke depan, RZIS UGM tengah mempersiapkan pembentukan lembaga wakaf yang akan memperoleh legalitas dari Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Aset wakaf tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan asrama mahasiswa serta Rumah Al-Qur’an.

Saat ini, RZIS UGM juga telah mengelola tiga asrama mahasiswa yang berada di kawasan Pogung Dalangan, Pogung Kidul, dan Klebengan. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan tempat tinggal yang lebih dekat dengan kampus.

Menutup keterangannya, Taufik berharap semakin banyak mahasiswa mengetahui keberadaan program beasiswa RZIS UGM sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang terhambat menyelesaikan pendidikan akibat kendala biaya.

“Masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan tetapi belum mengetahui informasi beasiswa ini. Karena itu kami berharap publikasi mengenai pembukaan beasiswa RZIS UGM dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Sumber Berita: ugm.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKAFE UNAIR Perkuat Jejaring Alumni, Dorong Dukungan Karier dan Beasiswa
Peluang Kuliah Gratis di UII! Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah 2026 Resmi Dibuka
Universitas Trisakti Naik 15 Peringkat di QS WUR 2027, Employment Outcomes Makin Bersinar
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa Pemuda Berprestasi 2026, Bantuan UKT Hingga Rp5 Juta per Semester
Beasiswa Maung 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Depok Siapkan 200 Kuota untuk Warga Berprestasi
Pendaftaran Beasiswa Garuda 2026 Gelombang 2 Ditutup, Simak Syarat, Manfaat, dan Jadwal Seleksinya
Tingkatkan Kompetensi Pers, PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 bagi Wartawan
UB Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Plastik dan Akrilik Jadi Lembaran Multifungsi

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

IKAFE UNAIR Perkuat Jejaring Alumni, Dorong Dukungan Karier dan Beasiswa

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Peluang Kuliah Gratis di UII! Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah 2026 Resmi Dibuka

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:17 WIB

Universitas Trisakti Naik 15 Peringkat di QS WUR 2027, Employment Outcomes Makin Bersinar

Senin, 27 Juli 2026 - 23:42 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa Pemuda Berprestasi 2026, Bantuan UKT Hingga Rp5 Juta per Semester

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:54 WIB

Beasiswa Maung 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Depok Siapkan 200 Kuota untuk Warga Berprestasi

Berita Terbaru