Tantangan Membangun Generasi Melek Keuangan Syariah di Era Digital

Jennatul Ma'wa (Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas Trunojoyo Madura)

ikon kampus daily

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portalmahasiswa.com | Perkembangan teknologi digital saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Berbagai layanan seperti aplikasi keuangan, dompet digital, hingga platform investasi online dapat diakses dengan mudah melalui ponsel pintar. Namun, kemajuan tersebut tidak selalu selaras dengan kemampuan masyarakat dalam mengatur keuangan secara bijak.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia hanya berada pada angka 9,14%, jauh di bawah literasi keuangan konvensional yang mencapai 49,68%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi terus berkembang pesat, peningkatan literasi keuangan syariah belum berjalan seimbang dan tertinggal dibandingkan perkembangan teknologi digital itu sendiri.

Rendahnya tingkat literasi keuangan syariah tidak hanya menunjukkan keterbatasan pengetahuan, tetapi juga berkaitan erat dengan pola perilaku finansial masyarakat. Berdasarkan Theory of Planned Behavior yang dikemukakan Ajzen (1991), perilaku individu dipengaruhi oleh sikap, norma sosial, serta persepsi terhadap kemampuan mengendalikan diri.

Ketika generasi muda tidak memiliki pemahaman memadai mengenai prinsip-prinsip keuangan syariah, mereka cenderung mengambil keputusan finansial yang didorong oleh tren dan tekanan sosial, bukan oleh nilai maupun etika syariah. Fenomena ini tampak pada meningkatnya budaya konsumtif di media sosial, di mana pembelian barang sering dilakukan semata-mata untuk mengikuti gaya hidup, bukan karena kebutuhan. Pergeseran pola konsumsi akibat dominasi tren digital tersebut menunjukkan bahwa rendahnya literasi keuangan syariah berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kualitas pengambilan keputusan finansial generasi muda.

Baca Juga :  Strategi Manajemen Risiko pada Perusahaan Tambang dalam Melindungi Karyawan

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang sangat besar dalam upaya meningkatkan literasi keuangan syariah. Berbagai platform edukasi daring kini menyediakan materi mengenai investasi syariah, perencanaan keuangan, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan penyajian yang lebih mudah dipahami.

Penelitian  Dita (2024) menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada generasi milenial. Temuan ini mengindikasikan bahwa apabila edukasi keuangan syariah disampaikan secara berkelanjutan melalui media digital, teknologi dapat berperan sebagai sarana yang efektif untuk mendorong perilaku finansial yang lebih etis dan bertanggung jawab.

Selain itu, digitalisasi turut memperluas akses masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan syariah, seperti reksa dana syariah, saham syariah, hingga platform wakaf digital yang memungkinkan partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan tanpa memerlukan modal yang besar.

Meskipun digitalisasi menawarkan peluang besar bagi peningkatan literasi keuangan syariah, pemanfaatannya sering terhambat oleh rendahnya minat masyarakat terhadap edukasi finansial. Konten hiburan di media sosial jauh lebih diminati dibandingkan materi edukatif, sehingga informasi mengenai keuangan syariah kurang mendapatkan perhatian. Selain itu, sebagian masyarakat memahami istilah “syariah” hanya sebagai label halal tanpa mengetahui esensi larangan riba, gharar, dan maisir.

Padahal, prinsip ekonomi syariah menekankan pencapaian kemaslahatan atau public welfare melalui pengelolaan harta yang halal, amanah, dan memberikan manfaat bagi individu maupun masyarakat luas. Kesenjangan antara kemudahan akses teknologi dan rendahnya pemahaman terhadap konsep-konsep dasar syariah inilah yang turut menyebabkan stagnasi literasi keuangan syariah di tengah pesatnya perkembangan digital.

Baca Juga :  Dari Risiko ke Peluang: Pendekatan Modern dalam Manajemen Risiko

Dalam perspektif maqashid syariah, salah satu tujuan fundamental dari penerapan syariat adalah menjaga harta (hifzh al-mal). Tujuan tersebut diwujudkan melalui praktik pengelolaan keuangan yang sehat, seperti menabung, berinvestasi pada instrumen yang halal, bersikap bijak dalam berutang, serta mempersiapkan kebutuhan finansial jangka panjang, termasuk pendidikan dan dana pensiun.

Dengan demikian, literasi keuangan syariah tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman teknis terkait penggunaan aplikasi atau instrumen investasi berbasis syariah, tetapi juga pada pembentukan kesadaran bahwa pengelolaan keuangan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab spiritual. Apabila nilai-nilai etika dan religius dijadikan landasan dalam perilaku konsumsi dan investasi, generasi muda akan lebih mampu mengontrol diri dari dorongan gaya hidup konsumtif yang semakin dominan dalam ekosistem digital.

Berdasarkan analisis tersebut, dapat ditegaskan bahwa digitalisasi memiliki potensi besar sebagai sarana efektif dalam membentuk generasi yang melek keuangan syariah, asalkan dimanfaatkan melalui proses edukasi, peningkatan literasi, serta pembiasaan perilaku finansial yang bertanggung jawab.

Tantangan utama bukan terletak pada aspek teknologinya, melainkan pada bagaimana masyarakat memahami dan menggunakan teknologi tersebut untuk tujuan yang konstruktif. Apabila edukasi keuangan syariah mampu berkompetisi dalam ruang digital dan terintegrasi dalam gaya hidup generasi muda, maka pengembangan ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berlangsung pada tataran sistem, tetapi juga dapat berkembang menjadi budaya finansial masyarakat yang berorientasi pada keberkahan dan kemaslahatan.[]

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami
Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital
Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar
Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional
UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya
Berbagai Isu Global dalam Perspektif Ekonommi, Sosial dan Lingkungan
Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial
Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi Perusahaan?

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:36 WIB

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:31 WIB

Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 21:34 WIB

Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar

Senin, 22 Juni 2026 - 17:07 WIB

Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 05:46 WIB

UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya

Berita Terbaru