Organisasi menghadapi berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan dan sasaran strategis. Manajemen risiko yang efektif menjadi kebutuhan penting untuk mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan mengendalikan peristiwa potensial yang dapat mengganggu pencapaian tujuan organisasi.
Penelitian ini mengkaji hubungan antara perencanaan strategis, efektivitas manajemen risiko, dan kinerja organisasi. Temuan menunjukkan bahwa manajemen risiko yang efektif dapat memperkuat hubungan antara perumusan strategi dan kinerja organisasi. Organisasi yang menerapkan proses manajemen risiko secara sistematis—meliputi penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko—menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam mencapai tujuannya. Perencanaan strategis yang dikombinasikan dengan manajemen risiko efektif memungkinkan organisasi menjadi lebih sistematis dalam pengelolaan dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan untuk mencapai kinerja optimal.
Setiap kepala perusahaan atau lembaga mempunyai visi dan misi yang merupakan tujuan strategi yang harus di capai dalam masa kepemimpinan yang dijabarkan dalam sasaran strategis, sebagai indikator kinerja utamanya.
Manajemen adalah suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan, pengarahan, pengembangan personal, perencanaan, dan pengawasan terhadap pekerjaan yang berkenan dengan unsur-unsur pokok dalam suatu proyek.
Kinerja perusahaan yang baik akan terlihat dari sumber daya yang ada, dan kondisi tersebut tidak akan terlepas dari segala jenis resiko . Perusahaan yang beroperasi tidak akan terlepas dari risiko yang ada terutama bagi perusahaan yang memiliki modal intelektual. Manajemen perusahaan diharapkan dapat mengatur sumber daya perusahaan dan mengindentifikasi kemungkinan risiko yang akan terjadi masa yang akan datang.
Resiko modal intelektual yang dapat terjadi yaitu resiko dalam penerapan teknologi baru pada perusahaan dan inovasi perusahaan terhadap produk yang kurang memuaskan pelanggan. Organisasi sekotor publik sudah sejak lama sering dinilai sebagai sarang pemborosan, inefisiensi anggaran negara, sumber kebocoran dana, dan isntitusi yang selalu merugi ( mardiasmo, 2021). Tuntutan tersebut memaksa pemerintah dan seluruh aparat melaksanakannya tugas dan fungsi penyelnggaraan pemerintah sesuai dengan prinsip-prinsip qood qovernance, memberikan kinerja yang memadai, dan mampu menyediakan public goods and services sesuai dengan harapan masyarakat selaku stakeholder utama (LAN dan BPKP 2000).
Mahmudi (2019) menjelaskan bahwa salah satu proses yang paling mendasar dan sangat penting dari serangkaian proses pencapaian tujuan organisasi adalah pada tahap perumusan strategi (formulasi strategi).
Formulasi strategi yang optimal dan tepat sasaran akan mampu menghasilkan strategi yang dapat diandalkan. Sedikitsaja kesalhan yang terjadi dalam merumuskan strategi, akan mengkibatkan terjadinya kesalahan pada arah organisasi (Mahmudi, 2019). Kinerja pengelolaan resiko perusahaan dapat menunjukkan seberapa baik mereka berkompetisi (Sari et al., 2022). Perusahaan harus meningkatkan kapasitas bisnis mereka dan menjadi lebih baik sama mereka.











