Pengertian manajemen resiko yaitu proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Menurut
ISO (International Organization for Standardization) dalam ISO 31000:2018:
“Manajemen risiko adalah aktivitas terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi terkait risiko.” James Lam (2003):
Manajemen risiko adalah kerangka kerja terintegrasi untuk mengelola ketidakpastian yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
Clifford Alexander Jr.:
Risiko mencerminkan kemungkinan terjadinya kerugian akibat keputusan yang diambil dalam kondisi ketidakpastian.
Tujuan adanya manajemen resiko berfungsi untuk mengurangi adanya kerugian pada suatu organisasi, memberi peluang keberhasilan pada seseorang karyawan di organisasi, untuk menjaga kestabilan operasional pada organisasi, dan mendukung pengambilan keputusan agar tetap terjaga stabilitas pada organisasi.
Pengertian SWOT pada manajemen resiko yaitu:
Strength yang berarti memberikan kekuatan pada suatu bidang di perusahaan atau keunggulan disuatu produk, seperti pada brand kendaraan mobil China. Yang memiliki keunggulan pada fitur fitur kendaraan seperti adanya Adaptive Cruise Control (ACC) yang berfungsi untuk fitur keselamatan dan kenyamanan canggih yang secara otomatis menyesuaikan kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak aman dengan mobil di depannya, menggunakan sensor radar atau kamera. Dan di support adanya system AI untuk mempermudah Teknisi mencari kerusakan pada system kendaraan tidak perlu memerlukan kertas atau buku lagi.
Weakness yang berarti memberikan kelemahan pada suatu produk di bidang otomotif pada perusahaan kendaraan mobil China. Yaitu Bila terjadinya kerusakan pada suatu part atau barang di kendaraan untuk barang nya indent dan memerlukan memakan 1 s/d 2 bulan part tiba ke Indonesia, dan Untuk produk nya kebanyakan di import dari negara China sendiri belum tersedia perakitan di Indonesia.
Opportunity yang berarti memberikan peluang pada suatu perusahaan seperti Memiliki kendaraan Electric Vehicle yang lebih canggih dan memiliki fitur yang sangat bagus di bandingkan dengan brand sebelumnya, dan memiliki inovasi di pasar otomotif, Dan juga di dukung oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah terjadinya polusi udara dinegara kita sendiri.
Threat yang berarti ancaman pada suatu perusahaan yang belum memiliki produksi kendaraan di negara Indonesia, banyaknya brand otomotif yang mengikuti design dan fitur-fitur yang hampir menyerupai dengan brand China, part yang datang lama untuk di suatu perusahaan, dan menjadi ancaman juga kepada pelanggan karena kendaraan produksi yang masih CBU atau di import oleh brand China sendiri.
Menurut saya suatu brand China harus membuat jaringan Dealer yang lebih luas dan bekerja sama antar Perseroan Terbatas (PT) yang ternama di Indonesia, Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia dengan cara melakukan pelatihan, melakukan membangun pabrik di negara Indonesia agar mempercepat spearpart atau barang pada kendaraan tidak perlu melakukan import ke negara China nya sendiri, melakukan reset atau pengetesan yang lebih matang terhadap kendaraan untuk dijualnya di pasar Indonesia, dan memberikan Garansi yang panjang untuk menarik perhatian kepada para pelanggan sendiri.
Kesimpulan nya.
Manajemen risiko merupakan bagian penting dalam perusahaan otomotif untuk menjaga stabilitas operasional dan meningkatkan daya saing. Dengan menggunakan analisis SWOT, perusahaan dapat: Mengidentifikasi kekuatan dan memanfaatkannya secara optimal, Mengetahui kelemahan untuk segera diperbaiki, Memanfaatkan peluang pasar yang berkembang, Mengantisipasi ancaman yang dapat menghambat bisnis.
Dalam industri otomotif, khususnya kendaraan berbasis teknologi tinggi seperti EV, manajemen risiko yang baik akan menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Integrasi antara manajemen risiko dan analisis SWOT menjadi strategi efektif untuk menghadapi persaingan global.
Sumbernya referensi nya.
ISO 31000:2018 — Risk Management Guidelines
Lam, J. (2003). Enterprise Risk Management
Fahmi, Irham. (2016). Manajemen Risiko
Darmawi. (2010). Manajemen Risiko
David, Fred R. (2011). Strategic Management Concepts
Kementerian Perindustrian RI — Kebijakan Kendaraan Listrik
Jurnal Manajemen & Bisnis (berbagai publikasi terkait otomotif dan risiko)











