Portalmahasiswa.com | Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan komersial memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat. Di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan, ruang terbuka ini menjadi salah satu area yang cukup sering dimanfaatkan untuk kegiatan santai, berkumpul, hingga sekadar melepas penat dari rutinitas harian (Wolch et al., 2014).
Dalam beberapa waktu terakhir, pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan ini terus meningkat. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan atau saat ada kegiatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang terbuka memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai ruang publik yang mudah diakses dan dibutuhkan masyarakat (Jim & Chen, 2009).
Meskipun memberikan banyak manfaat, kondisi tersebut juga membawa beberapa risiko yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya. Salah satunya adalah kepadatan pengunjung yang terjadi pada jam tertentu. Ketika terlalu banyak orang berada di satu area, pergerakan menjadi kurang lancar dan kenyamanan menurun karena ruang terasa lebih sempit dan padat. Dalam situasi tertentu, hal ini juga dapat memicu ketidakteraturan alur aktivitas di dalam area.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah keterbatasan pengawasan di beberapa titik area. Walaupun sudah terdapat petugas dan sistem pemantauan, masih ada kemungkinan beberapa sudut tidak terpantau dengan maksimal. Hal ini dapat membuka peluang terjadinya gangguan kecil seperti kehilangan barang atau kondisi kurang tertib saat area sedang ramai. Pengawasan yang menyeluruh menjadi penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung (Cozens & Love, 2015).
Faktor lingkungan juga turut memengaruhi kenyamanan ruang terbuka ini. Karena berada di area terbuka, perubahan cuaca seperti panas terik atau hujan dapat langsung berdampak pada aktivitas pengunjung. Tanpa fasilitas pendukung seperti area teduh, kenyamanan pengguna bisa berkurang cukup signifikan dan membuat aktivitas menjadi terbatas.
Penerangan pada malam hari juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Area yang kurang terang dapat menimbulkan rasa kurang aman serta membatasi aktivitas pengunjung di malam hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pencahayaan memiliki peran penting dalam mendukung fungsi ruang publik secara optimal.
Selain itu, kebersihan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas ruang. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan sampah dapat terjadi dan menurunkan kenyamanan pengunjung. Sebaliknya, area yang bersih akan memberikan kesan positif dan membuat orang lebih betah berada di dalamnya.
Vegetasi seperti pepohonan dan tanaman tetap menjadi daya tarik utama ruang terbuka hijau ini. Suasana yang sejuk dan alami menjadi nilai tambah yang membuat masyarakat tertarik untuk datang. Namun, vegetasi juga memerlukan perawatan rutin agar tetap aman dan tidak menimbulkan risiko seperti ranting patah atau kondisi tanaman yang tidak terkontrol. Maintenance berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus kualitas lingkungan.
Jika dilihat secara keseluruhan, pengelolaan ruang terbuka hijau di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan perlu dilakukan secara seimbang antara kenyamanan, keamanan, dan pengendalian risiko. Dengan evaluasi yang tepat serta optimalisasi pengelolaan, ruang ini dapat terus berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan tetap diminati masyarakat dalam jangka panjang.
Refrensi
Cozens, P. M., & Love, T. (2015). Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED): A Review and Current Status. Journal of Planning Literature.
Jim, C. Y., & Chen, W. Y. (2009). Urban Green Space Preservation and Management in Compact Cities. Cities.
Wolch, J. R., Byrne, J., & Newell, J. P. (2014). Urban Green Space, Public Health, and Environmental Justice. Landscape and Urban Planning.











